Categories: Riau

Dumai Terbanyak Terserang ISPA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Terhitung hingga Juli 2019, data kunjungan pasien infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) ke puskesmas di Provinsi Riau sebanyak 7.269 orang. Kondisi ini, menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Riau Dr Yohanes masih di bawah rata-rata normal. Dijelaskannya, jumlah puskesmas di Riau ada 232 unit, sedangkan kecamatan ada 166.

Kenaikan dari kondisi normal tiap kecamatan untuk ISPA itu hanya satu sampai dua kunjungan. Apabila dikalikan semua dengan jumlah puskesmas/kecamatan, maka angkanya akan menjadi besar. Misalnya, satu puskesmas menerima satu sampai dua kunjungan ikalikan 232 puskesmas, maka kunjungan bisa mencapai 232 sampai 464 kunjungan.

"Kali sebulan sudah ada enam ribu sekian. Jadi, itu naiknya cuma segitu. Sekarang Juli juga tidak begitu banyak. Hanya tujuh ribuan, angka itu tidak signifikan kenaikannya," terang Yohanes kepada Riau Pos.

Dari data kunjungan itu, lanjut Yohanes, terbanyak berada di Kota Dumai sebanyak 5.028, diikuti Pelalawan 779 orang, Kampar 708 orang, Pekanbaru 258 orang, Rohil 250 orang, Siak dan Bengkalis 167 orang. Kasus lain di Juli 2019 ada Pneumonia ada 68 kasus, asma 301 kasus serta iritasi kulit sebanyak 201 kasus se Riau.

"ISPA itu merupakan peringkat satu dari sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Jadi, ada atau tidak asap itu tetap banyak yang terserang ISPA," sambungnya.

Salah satu penyebab ISPA ialah masalah daya imunitas seseorang. Ada lima kelompok yang rawan terkena ISPA. Yakni ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah antara umur enam sampai 12 tahun dan lanjut usia (lansia).

"Misalnya jumlah penduduk Pekanbaru ada satu juta, di antara satu sampai 15 persen itu ada 150 ribu orang bisa terkena ISPA setiap harinya. Menjaga pola makan, terus kalau ada tempat sumber air seperti sumur dan bak, itu ditutup. Karena partikel-partikel debu bisa masuk ke sana. Misalnya mandi, debu melekat ke badan, bisa gatal-gatal," tambahnya.

Bukan hanya kabut asap kebakaran saja, kata Yohanes, polusi udara akibat kendaraan, pabrik, jalan berdebu bisa menyebabkan seseorang terkena ISPA. Ditambah adanya perubahan cuaca yang tak menentu saat ini mudah menyerang siapa saja.

"Apabila ISPU sudah mencapai KLH 100-200 di level tidak sehat. Kami bahkan sudah membuat surat edaran, jangan keluar rumah, kalau tetap keluar pakai masker. Untuk mencegah terkena ISPA," ujarnya.(*1)

>>> Selengkapnya baca koran Riau Pos

Editor: Arif Oktafian

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Mandi di Danau Raja Rengat, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…

19 jam ago

Bayar Hingga Rp5,7 Juta, Puluhan WNI Gagal Diberangkatkan Ilegal ke Malaysia

Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…

19 jam ago

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

3 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

3 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

3 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

3 hari ago