Categories: Riau

Bermanfaat untuk Masyarakat dan Bangsa

(RIAUPOS.CO) – NAMA Indra Gunawan Eet sempat menjadi perbincangan hangat publik di Riau pada medio 2019-2020 lalu. Sebab, usai terpilih menjadi anggota DPRD Riau periode 2019-2024, Eet begitu sapaan akrab pria kelahiran 30 Agustus ini, dipercaya memegang amanah sebagai “BM 3” alias Ketua DPRD Riau. Kiprahnyapun dalam dunia perpolitikan memang sudah sangat matang.

Dimulai dari tahun 2004 lalu, Eet menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis selama tiga periode berturut-turut. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bengkalis dari Fraksi Golkar. Hingga 2019, ia dipercaya menjadi Ketua DPRD Riau. Namun jabatan itu tak cukup lama ia pegang. Demi mimpinya menjadi seorang pemimpin di kampung halaman, yakni Kabupaten Bengkalis, Eet kemudian memutuskan mundur dari jabatannya dan maju sebagai calon bupati.

Namun nasib belum berpihak kepadanya. Meski tidak lagi menjabat, Eet mengaku masih aktif bermasyarakat memperjuangkan apa yang bisa ia perjuangkan. Yang terpenting, dirinya bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa. ”Yang terpenting bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa,” tuturnya saat berbincang dengan Riau Pos.

Soal masa kecil, Eet bercerita bahwa dirinya dibesarkan di Kampung Desa Parit Bangkung, Bengkalis. Walaupun berjarak sekitar 3 atau 4 KM dari kota, tapi suasana asri masih terasa. “Masa kecil dan sekolah dasar saya habiskan di sana bersama teman-teman,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan dia, karir politiknya selama ini tak lepas dari dukungan keluarga dan kedua orangtuanya. Pendidikan disiplin sejak dini telah membentuk watak dan karakter yang kuat dan tangguh pada dirinya. “Saya digembleng oleh kedua orangtua dengan keras dan Disiplin. Hal ini yang membentuk mental dan karakter saya seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Alumnus Doktoral Politik Universitas Selangor itu paham benar, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Ia kemudian mantap memilih jalur politik untuk menjadi orang berguna. Menurutnya, ia percaya bahwa hidup ini haruslah memiliki kebermanfaatan buat orang banyak.

Lebih jauh diceritakan dia, sejak usia sekolah hingga sekarang dirinya memang sudah senang berorganisasi dan bertemu orang banyak. Bagi dia, berorganisasi bisa melatih kemampuan dalam menghadapi masalah atau sebagai problem solving. Diakui dia, sejumlah organisasi pernah ia nahkodai. Mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat hingga organisasi partai. Termasuk juga organisasi skala nasional seperti HIPMI, Pengurus Pusat Tarung Drajat juga pernah dilakoni Eet. Saat menjabat sebagai anggota DPRD, baik tingkat kabupaten maupun provinsi dirinya sudah berkomitmen untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Menurut dia, hal itu merupakan tanggungjawab mutlak seorang legislator.

“Parle itu artinya berbicara, maka kita harus berbicara untuk memperjuangkan dan mempertahankan apa yang menjadi keinginan rakyat. Tak selesai bicara lembut ya harus keras, tak selasai bicara keras masih ada cara lain, jika perlu gebrak meja lalu kembali berbicara,” tuturnya.

Tidak heran, dalam beberapa kali berbicara di media, komentar mantan Ketua KNPI Bengkalis ini selalu terkesan blak-blakan dan apa adanya. Tidak pandai memoles kata menjadi lebih lembut, berbicara apa adanya, apalagi kalau hal-hal yang dikomentari bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak. Hanya memang, seiring perjalanan waktu dan pengalaman, bicara dan gaya santun lebih dominan ketimbang bicara keras bahkan terkesan memaksakan kehendak.(nda)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

4 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

11 jam ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

16 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

16 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

16 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

16 jam ago