Categories: Politik

Pemilihan Pimpinan MPR Berpotensi Jadi Pertarungan Tiga Kubu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terdiri dari empat fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ditambah satu orang dari kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Direktur EmrusCorner Emrus Sihombing menyarankan pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan sistem musyawarah. Hanya saja, kata Emrus, kalau memang harus terjadi voting, maka bisa tercipta tiga paket.

Dia beralasan, kalau misalnya soliditas partai koalisi pendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin semakin berkurang, maka bisa saja terbentuk satu paket lagi. Artinya, akan ada dua paket dari partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Dia menjelaskan, hipotesanya adalah bila ada parpol yang kepentingan politiknya belum terakomodasi, dan juga tidak sependapat dengan masuknya anggota koalisi baru, maka bisa saja membentuk paket lagi.

Selain itu, kata dia, partai koalisi pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, di luar Partai Gerindra, bisa juga membentuk satu paket lagi. "Jadi, kalau voting terjadi bisa tiga paket," ujarnya, Sabtu (27/7) malam.

Menurut Emrus, salah satu paket yang dibentuk itu bisa saja untuk memecah suara. Artinya, ujar Emrus, bisa saja ada kompromi politik sebelumnya di belakang panggung, untuk membentuk paket yang berfungsi memecah suara. "Jadi, salah satu paket yang dibentuk itu bisa saja untuk memecah suara," jelas Emrus.

Lebih lanjut Emrus menyatakan, kalau memang nanti terjadi musyawarah, maka hanya akan ada dua paket yang dimusyawarahkan. Berdasar hasil musyawarah, kata Emrus, akan diputuskan satu paket yang dipilih aklamasi.

"Musyawarah itu salah satu paket disetujui, atau dari dua paket itu berbaur menjadi satu untuk dimusyawarahkan," ungkap Emrus.Nah, kata dia, kompromi harus dilakukan dengan semangat kebangsaan, bukan karena kepentingan pragmatis. "Kompromi kebangsaan bukan kompromi pragmatis," tegasnya.

Dia menegaskan, daripada dengan voting sebaiknya pemilihan dilakukan menggunakan musyawarah. Menurut dia, kalau voting, sama saja MPR tidak mengindahkan musyawarah. "Jadi harus musyawarah, jangan voting, supaya tetap terjaga muruah MPR," jelasnya.(boy/jpnn)

Editor: Eko Faizin

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

18 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

18 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

2 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

2 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

4 hari ago