Categories: Politik

Tak Puas Dipecat, Marzuki Alie Tuding SBY dan AHY Muluskan Oligarki

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Marzuki Alie, dipecat sebagai kader. Marzuki dinilai telah melanggar etika dengan menebar kebencian. Menanggapi hal tersebut, Marzuki Alie mengatakan pemecatan dirinya dan enam kader lainnnya menunjukan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ingin memuluskan jalan oligarki dan dinasti di Partai Demokrat.

“SBY dan AHY melakukan pemecatan kader senior untuk memuluskan langkah dinasti dan oligarki mereka di Partai Demokrat,” ujar Marzuki kepada wartawan, Sabtu (27/2). Mantan Ketua DPR ini juga tidak mempermasalahkan dipecat dari Partai Demokrat. Sebab selama ini dia berjuang untuk memperbaiki partai yang dia dirikan menjadi lebih baik.

 “Yang dipecat bangga karena membela kebenaran, melakukan jihad politik mendukung upaya membebaskan partai Demokrat dari pengerdilan,” katanya. Marzuki berujar dengan pemecatan dirinya maka akan ada balasannya dari Allah SWT. Sebab yang dia lakukan di Partai Demokrat adalah benar untuk membuat partai lebih baik.

“In sya Allah akan ada karma, tidak ada perbuatan zalim yang tidak ada balasannya,” tegasnya. Partai Demokrat melakukan pemecatan enam orang kader yang dianggap terlibat dalam upaya kudeta terhadap AHY yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya. Mereka dianggap berupaya melakukan kudeta terhadap AHY sebagai ketum dengan berusaha menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) secara ilegal.

Sementara Marzuki Alie dipecat karena terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya. Marzuki dinilai secara terbuka di media massa dengan menebarkan kebencian dan permusuhan terhadap Partai Demokrat.

Tindakan Marzuki Alie telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat. Pernyataan dan perbuatan Marzuki Alie merupakan fakta yang terang benderang berdasarkan laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada.

Dengan demikian, sejak keputusan ditetapkan, tujuh kader tersebut secara otomatis gugur hak dan kewajibannya sebagai anggota Partai Demokrat. Seluruh perkataan dan perbuatannya tidak lagi dapat dikaitkan dengan Partai Demokrat. Termasuk juga larangan bagi mereka untuk menggunakan seragam, atribut, simbol, lambang dan identitas Partai Demokrat.(jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

21 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

21 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

22 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

22 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

23 jam ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago