Muhammadiyah Bantah Tak Puas Kabinet Jokowi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Muhammadiyah membantah tidak puas dengan posisi menteri pada pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sebaliknya, Muhammadiyah justru menghormati dan mengucapkan selamat atas pembentukan Kabinet Indonesia Maju. Sebab, pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menyatakan, kabar yang menyebut bahwa Muhammadiyah yang tidak puas dengan kabinet Jokwi-Ma’ruf karena tidak dapat jatah pos menteri pendidikan dan kebudayaan, itu salah. “Muhammadiyah bahkan berterima kasih karena Prof Muhadjir Effendy diberi amanat dan diangkat presiden sebagai Menko PMK,” kata Dadang saat dikonfirmasi, Minggu (27/10).
Dadang menuturkan, pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, yang mempersoalkan pengangkatan menteri, tidaklah mewakili dan mencerminkan sikap PP Muhammadiyah atau Muhammadiyah secara keseluruhan.
Hal ini terkait Haedar yang meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk terus belajar. Karena pendidikan bukan hanya sekedar mengurus digital.
Oleh karenanya, Dadang mengimbau agar para anggota maupun kader Muhammadiyah tidak mengeluarkan pernyataan-peryataan politik seputar kabinet. Nantinya dapat menimbulkan masalah nasional lainnya yang tidak sejalan dengan kepribadian dan garis kebijakan PP Muhammadiyah.
“Muhammadiyah bukanlah organisasi politik dan tetap istiqamah sebagai gerakan kemasyarakatan yang menjalankan misi dakwah dan tajdid atau pembaruan untuk kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan sejalan dengan misi Islam sebagai agama rahmatan lilalamin,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…
Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…
Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…
Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…
PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…