JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Walaupun banyak pertentangan, pemerintah bersama dengan DPR dan penyelenggara Pemilu sepakat untuk tetap menjalankan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Abdul Rohim Gazali menyesalkan hal ini.
"Menurut kami ini pertaruhan yang sangat membahayakan. Kenapa? Sebab, yang dipertaruhkan nyawa rakyat," ujar Abdul kepada wartawan, Jumat (25/9).
Abdul mengatakan, Muhammadiyah memiliki alasan yang jelas untuk kecewa dengan keputusan tersebut. Faktanya, angka kasus positif orang yang tertular virus corona sudah semakin mengkhawatirkan. Angkanya terus saja bertambah.
"Itu yang mendasari PP Muhammadiyah mengeluarkan pendapat. Apakah akan berubah pendapat ini? Saya kira belum," ujar dia.
Abdul mengungkapkan, memaksakan pelaksanaan Pilkada 2020 tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Misalnya membandingkan pemilihan di Amerika Serikat karena sarana dan prasarana di Indonesia dan di Amerika Serikat sangatlah berbeda.
"Amerika memiliki sumber daya kuat dalam menyelenggarakan pemilu. Misalnya, proses pemungutan suara tanpa harus ke TPS," ujarnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…