Categories: Politik

Terawan Agus Putranto Disanksi IDI karena Terapi Cuci Otak, Kini Ditunjuk Jadi Menkes

 

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Kabinet Indonesia Maju berisi nama-nama baru dan segar yang diharapkan bisa membangun tanah air di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Salah satunya dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) yang ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan.

Sosok dr.Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) selama ini dikenal sebagai dokter militer yang menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Pria kelahiran, Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini setelah lulus sekolah menengah atas, dia melanjutkan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia berhasil lulus sebagai dokter pada 1990 saat usianya menginjak 26 tahun.

Selain itu, dr. Terawan dikenal bertangan dingin dalam menyembuhkan penyakit stroke. Metodenya berupa ‘cuci otak’ pasien stroke sudah dikenal dunia sebagai terobosan. Namanya besar karena metode terapi cuci otak dalam penyembuhan penyakit stroke yang biasa disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak lantaran penyempitan atau pembuluh darah yang tersumbat.

Metode itu dikenal dengan DSA (Digital Substraction Angiogram). Metode ‘cuci otak’ itu memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke. Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah terdapat penyumbatan pembuluh darah di area otak.

Pernah Disanksi IDI

Namun temuannya itu juga sudah dianggap melanggar etik. Akibatnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjatuhkan sanksi etik. Sanksi yang diberikan dalam surat Pengurus Besar (PB) IDI menjatuhkan sanksi untuk dokter Terawan Agus Putranto berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI sejak 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai dokter Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran.

Padahal pasien Dokter Terawan dimulai dari kalangan pejabat seperti Prabowo Subianto, Mahfud MD hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya pasien stroke, metode ini juga digunakan untuk mengatasi sumbatan di otak. Metode ini sebenarnya merupakan metode radiologi intervensi dengan memodifikasi DSA (Digital Substraction Angiogram).

Metode cuci otak atau brain flushing yang dibuat oleh dokter Terawan dinilai tidak berbasis penelitian ilmiah. Tekniknya dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha. Prosedur ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah di area otak. Kateter kemudian menyemprotkan obat heparin sebagai penghancur plak atau lemak yang menyumbat pembuluh darah.

Dokter Kepresidenan

Sebagai Kepala RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Terawan sering menemani banyak banyak pejabat sakit. Terakhir, Terawan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto yang dirawat di rumah sakit RSPAD Gatot Subroto.

Selain itu, Terawan juga merupakan salah satu dokter kepresidenan. Pria berkaca mata ini juga sempat ditunjuk Presiden Jokowi untuk membantu Ani Yudhoyono saat menjalani pengobatan kanker darah di Singapura beberapa waktu lalu. Selain itu Terawan juga beberapa kali mendampingi pengobatan almarhum Presiden ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

15 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago