Categories: Politik

Golkar Perlu Figur yang Merangkul

JAKARTA (RIAUPOS) — Partai Golkar diprediksi bakal mengalami perpecahan lagi. Kemungkinan itu diungkapkan oleh Politisi senior Golkar Ahmadi Noor Supit.

Ia menyinyalir, Golkar akan kembali dalam fase terbelah seperti saat munculnya kubu Munas Bali kontra Munas Ancol. Menurutnya, bibit perpecahan itu terlihat dari tersingkirnya para pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari posisi di alat kelengkapan DPR (AKD) ataupun kepanitiaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.

Ahmadi yang juga Ketua Tim Pemenangan Bamsoet menuding Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bertindak sewenang-wenang. Menurut Ahmadi, pihak-pihak yang terafiliasi dengan Bamsoet termasuk di Fraksi Partai Golkar DPR langsung disingkirkan.

"Ada pencoretan terhadap seluruh anggota kepanitiaan Munas Golkar yang terindikasi pro-Bamsoet oleh saudara Airlangga Hartarto pada hari ini," ujar Ahmadi di Jakarta, Rabu (20/11).

Ahmadi menambahkan, hal itu berpotensi memunculkan perlawanan dan melahirkan munas tandingan seperti Ancol vs Bali pada waktu lalu yang membuat perpecahan Golkar tak terhindarkan.

"Golkar pecah lagi karena tindakan antidemokrasi dan intimidatif dari ketum saat ini dan orang-orang dekat sekelilingnya," tegasnya.

Sementara itu, senior Partai Golkar Freddy Latumahina menuturkan, kader-kader di daerah-daerah banyak yang mengaku sudah kehilangan ketokohan Golkar.

"Ini membuat semua orang yang cinta pada Partai Golkar bertanya-tanya. Mekanisme tingkat pusat tidak jalan, seperti ada kesalahan konsolidasi organisasi dan kesengajaan," kata Freddy.

Freddy meyakini, kader yang betul-betul mencintai Golkar pasti akan bersuara melihat kondisi partai saat ini. "Kami pastikan, ini bukan karena masalah pribadi, tapi agar partai ini selamat menjalani agenda politik selanjutnya," tuturnya.

Diketahui, pada Pileg 2019, suara Partai Golkar berada diperingkat tiga dengan perolehan 17.229.789 suara atau 12,31 persen. Di atasnya ada Partai Gerindra dan PDIP. Padahal saat Pileg 2014, Golkar berhasil meraih 18.432.312 suara atau 14,75 persen.

"Kesimpulan akhirnya, harus ada perubahan, Golkar perlu orang baru," paparnya.

Terakhir, Freddy berharap, DPD I objektif menilai kondisi Golkar saat ini. Tantangan yang akan dihadapi Golkar ke depan akan semakin berat. Karena itu, Golkar butuh sosok pemimpin yang bisa merangkul semua kader.

"Mengakar dan bisa merangkul dan berjuang bersama meraih suara yang hilang di Pileg 2019," paparnya.

Selain Freddy, tokoh senior Golkar yang ikut mendukung Bamsoet menjadi ketua umum periode 2019-2024 yakni, MS Hidayat, Marzuki Darusman, Pontjo Sutowo, Paskah Suzetta.

Sementara itu di tempat berbeda, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengakui, Partai Golkar selama 1,5 tahun di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto sempat mengalami Turbulensi Politik yang luar biasa.

Namun menurutnya, Golkar berhasil keluar dan tetap mempertahankan posisinya sebagai pemenang kedua dalam Pileg 2019 dengan perolehan 85 kursi, nomor dua setelah PDIP.

"Kalau ada orang yang menilai Golkar minim prestasi di bawah kepemimpinan Airlangga, saya kira pengamat ini tidak mengamati dinamika Partai Golkar secara komprehensif," kata Ace Hasan.

Ace juga mengatakan, mayoritas internal Partai Golkar menginginkan Airlangga Hartarto kembali memimpin. Aspirasi itu terlihat saat para Ketua DPD Partai Golkar menyampaikan pandangan umum di acara Rapat pimpinan nasional (Rapimnas).

Para pimpinan daerah yang disebut mendukung Airlangga Hartarto, di antaranya Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara dan Riau. Kemudian, Kalimantan Timur, Lampung, Kalimantan Barat, Gorontalo, DKI Jakarta, Bengkulu, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Yogyakarta.

"Ada yang secara eksplisit menyatakan dukungannya kepada Airlangga disampaikan Sulbar, Banten, Sulteng, Kalteng, Jateng, NTB, Kaltara, Sulsel, Papua, Maluku, Malut, Babel dan Jambi," ujar Ace.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sempat Tertunda, Fakhriadi Syamsuddin dan Istri Resmi Berangkat Haji Bersama Kloter BTH 21

Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…

15 jam ago

Puluhan Warga Belanda Datangi Desa Koto Kombu, Napak Tilas Sejarah Keluarga

Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…

17 jam ago

Air Sungai Kuantan Mulai Surut, Warga Kuansing Diminta Tetap Waspada

Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…

1 hari ago

Riezka Rahmatiana Garap Lahan Tidur di Riau, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…

1 hari ago

Sempat Hilang Dua Hari, Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan 2 Kilometer dari Lokasi Awal

Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…

2 hari ago

Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis

Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…

2 hari ago