Simon Cheng mengaku disiksa polisi Tiongkok (BBC)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Mantan pegawai konsulat Inggris di Hongkong mengungkapkan hal yang mengejutkan. Pria yang bernama Simon Cheng tersebut mengaku polisi rahasia Tiongkok telah memukulinya, melarangnya untuk tidur, dan mengikatnya. Saat itu polisi tengah memburu informasi tentang pegiat yang memimpin aksi protes pro-demokrasi seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ).
Simon Cheng merupakan warga negara Hongkong yang bekerja untuk tim pengembangan bisnis konsulat Inggris. Saat dia ditahan, kepada WSJ, Simon mengatakan berulang kali ditanyai soal peran para interogatornya yang diduga Inggris bermain dalam menyulut kerusuhan.
Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengecam perlakuan Tiongkok terhadap Cheng, yang menurutnya sama saja dengan penyiksaan.
Raab mengatakan kepada WSJ, dia telah memanggil duta besar Tiongkok terkait insiden tersebut. Inggris meminta klarifikasi dari Tiongkok. "Saya terangkan bahwa kami berharap otoritas Tiongkok menyelidiki kejadian tersebut dan meminta pertanggungjawaban mereka," terang Raab.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…
Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…
Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.
Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…