Categories: Politik

Titik Rawan di Pemutakhiran Data Pemilih

JAKARTA (RIAUPOS.CO)– Di tengah proses verifikasi dokumen calon perseorangan, tahapan Pilkada Serentak 2024 juga memasuki pemutakhiran data pemilih. KPU tengah melakukan sinkronisasi setelah menerima daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) dari Kemendagri pada 2 Mei lalu. Dalam DP4, jumlah pemilih mencapai 207.110.768 jiwa. Data DP4 itu akan disinkronisasi dengan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024.

Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda mengatakan, tahapan penyusunan daftar pemilih Pilkada 2024 menjadi salah satu titik kerawanan. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran kabupaten/kota untuk mengantisipasi dan mengawal kerja KPU daerah.

Sebagai bentuk pencegahan, Herwyn menyatakan, Bawaslu telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 80 Tahun 2024 tentang Pencegahan Dugaan Pelanggaran Tahapan Penyusunan Daftar Pemilih dalam Pilkada 2024. Dalam SE tersebut, pengawas pemilu diminta melakukan inventarisasi data pemilih hasil pengawasan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024 sebagai bahan analisis data.

Herwyn menjelaskan, beberapa kerawanan yang telah diidentifikasi antara lain basis data pemilih yang tidak akurat, komprehensif, dan mutakhir. Kemudian, penyusunan daftar pemilih tidak sesuai dengan jadwal.

”Penyusunan daftar pemilih juga rawan dilakukan dengan tidak mempertimbangkan proporsionalitas antara jangka waktu dan beban kerja. Sehingga berimplikasi pada akurasi daftar pemilih dan penyusunan TPS,” ujarnya, kemarin.

Menurut Herwyn, ada sejumlah data yang patut diperhatikan. Seperti data potensial tidak memenuhi syarat (TMS) meliputi pemilih meninggal dunia, pemilih yang beralih status menjadi anggota TNI/Polri, pemilih pindah domisili, dan pemilih yang beralih status menjadi WNA.

Komisioner KPU RI Idham Holik menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih tengah dipersiapkan. Dia mengajak publik untuk aktif berpartisipasi dengan aktif mengecek dan melaporkan jika ada kendala.

Sementara itu, dalam rapat kerja nasional (rakernas) pada 24–26 Mei mendatang, PDIP akan membahas strategi pemenangan pilkada. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan, pengurus DPP dan DPD PDIP serta kepala daerah dari PDIP akan ikut menyusun strategi pemenangan pilkada dalam rakernas yang akan digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, tersebut.

Terkait para calon kepala daerah (cakada), kata Djarot, pihaknya masih melakukan pemetaan dan pencermatan terhadap sejumlah tokoh. Namun, rekomendasi cakada tidak akan diberikan saat rakernas. ”Waktu kan masih panjang. Jangan buru-buru lah,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu. (far/lum/c9/bay/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

1 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

1 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

1 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

2 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

2 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

2 jam ago