Ketua Tim Kuasa Hukum Paslon 01 Jokowi-Ma’aruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (jpnn.com)
JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Tim Hukum Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menilai tata beracara Bambang Widjojanto dalam persidangan sengketa hasil Pilpres 2019 di MK masih amatir.
Hal itu merujuk saat Ketua Tim Hukum Prabowo – Sandi itu tidak bisa menunjukkan bukti terkait tuduhan adanya 17,6 juta daftar pemilih invalid.
“Jadi belum pernah terjadi selama saya bersidang di pengadilan, alat bukti berantakan seperti ini. Tidak jelas seperti itu, padahal kadang-kadang kalau perkara pidana itu bisa disusun sampai dua meter tingginya itu alat bukti, disusun rapi,” kata Yusril saat masa skors sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/7).
Menurut Yusril, hal tersebut merupakan masalah serius dalam persidangan. Sebab, di awal persidangan BW mengakui sudah mengurus segala ketentuan dalam sidang.
“Masalah kontainer itu, ya. Jadi kontainernya itu ada di depan tadi. Jadi bukan kontainer tapi peti kemas. Jadi ternyata itu di dalam daftar alat bukti tadi ada alat bukti 155 disebutkan daftar bukti, tapi ternyata tidak ada barangnya,” kata Yusril.
Yusril juga menjelaskan, bukti yang dihadirkan dalam peti kemas itu ternyata belum disusun sebagai alat bukti. Seharusnya, kubu Prabowo – Sandi sudah memberikan nomor, materai dan penjelasannya.
“Kami sendiri agak bingung membaca daftar bukti-bukti, tidak tahu dibuktikan untuk apa. Nah, begitu juga apalagi yang dikemukakan Prof Enny (hakim konstitusi) tadi, ternyata disebutkan dalam daftar bukti alat buktinya enggak ada, lebih kacau lagi,” kata dia. (tan)
Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina
Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…
Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…
Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…
Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…
Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…