Sejumlah prajurit Batalyon 756/Wimane Sili mendengarkan arahan dari komandannya sebelum diterbangkan menggunakan helikopter dari Mako Batalyon 756/Wimane Sili ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, beberapa waktu lalu. (JPG)
PAPUA (RIAUPOS.CO) – Di Papua Tengah, Kodam XVII/Cenderawasih mendapat laporan gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap pelaksanaan pemilu. Berdasar informasi yang mereka terima, kelompok tersebut merampas logistik pemilu di Lapangan Terbang Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa itu terjadi Kamis pagi (15/2). Logistik pemilu yang mereka rampas terdiri atas kotak dan surat suara yang mestinya digunakan oleh masyarakat di Intan Jaya.
Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Candra Kurniawan menyampaikan bahwa peristiwa itu juga disertai aksi kekerasan. ”Di tempat tersebut juga terjadi pemukulan oleh KST terhadap saudara ZU,” ungkap dia melalui keterangan resmi.
KST memukul ZU di bagian kepala. Tidak hanya itu, kini korban tidak berani kembali ke Distrik Hitadipa. Dia takut KST kembali berulah.
Secara keseluruhan ada 119 kotak suara yang diambil oleh KST. Sementara ratusan kotak suara lainnya masih berada di Kabupaten Nabire. Untuk mengantisipasi aksi KST kembali terjadi di Intan Jaya, petugas gabungan dari TNI dan Polri meningkatkan patroli keamanan. ”Serta meningkatkan kewaspadaan sehingga tahapan pemilu di Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan dengan aman dan lancar,” terang Candra.
Tidak hanya merampas logistik pemilu, beberapa hari belakangan KST beraksi di Papua dengan menembaki pesawat sipil. Terakhir mereka menembaki pesawat Wings Air PK-WJT. Penembakan terjadi pada Sabtu siang (17/2) di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Meski tidak ada korban, penembakan yang dilakukan KST sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.
Setelah dicari tahu, petugas mendapati lubang di badan kiri pesawat tersebut. Peluru yang ditembakkan oleh KST bahkan menembus pembatas jendela sampai bagian atas pesawat. Beruntung pesawat tersebut tetap mendarat dengan baik. Namun demikian, pasca penembakan itu aktivitas dan mobilitas masyarakat Yahukimo terganggu.
”Sangatlah wajar masyarakat marah dan murka karena ingin hidup damai dan pembangunan berjalan baik,” kata Candra.
Menurut dia, masyarakat di Yahukimo sudah meminta petugas gabungan TNI dan Polri menindak KST yang menembaki pesawat tersebut. ”Warga telah meminta kepada aparat TNI-Polri untuk menindak tegas,” imbuhnya.
Terpisah, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Itu dilakukan atas perintah Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Richard T H Tampubolon.
Kogabwilhan III memastikan bahwa pesawat tersebut bisa meninggalkan Yahukimo tanpa gangguan. ”kami pastikan keamanan pilot dan pesawat selama di Bandara Dekai Yahukimo maupun saat pesawat akan take off menuju Bandara Timika,” terang Kolonel Czi IGN Suriastawa.(fiz)
Laporan JPG, Papua
KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…
Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…
Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…
Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…
Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…
Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…