Categories: Lingkungan

Mahasiswa ITB Indragiri Bikin Agroeduwisata, Pengunjung Bisa Petik Melon Langsung

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Agribisnis Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Indragiri berhasil mengubah lahan seluas 0,8 hektare menjadi kawasan agroeduwisata. Di lokasi tersebut, mahasiswa membudidayakan melon madu sebagai komoditas utama, disertai berbagai tanaman palawija yang menjadi sarana pembelajaran sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat.

Agroeduwisata yang berada di seberang Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), itu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati suasana perkebunan, pengunjung juga dapat memetik langsung buah melon madu yang telah siap panen.

Bagi mahasiswa, keberadaan lahan tersebut menjadi laboratorium lapangan untuk mendukung proses perkuliahan. Mereka mempelajari seluruh tahapan agribisnis, mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen hingga praktik melayani masyarakat dalam kegiatan jual beli hasil pertanian.

Pada tahap pertama, mahasiswa menanam melon madu bersama sejumlah tanaman lain seperti labu air, semangka, sawi, jagung, cabai, dan terong. Program tersebut telah membuahkan hasil, bahkan mampu menghasilkan dana abadi yang diperuntukkan bagi pengembangan Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri.

Ketua Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri, Khairudin, mengatakan program tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. Bahkan, Rektor ITB Indragiri, Raja Marwan Indra Saputra, tidak hanya meresmikan pembukaan kawasan agroeduwisata, tetapi juga memberikan dukungan pendanaan untuk pengembangannya.

Menurut Khairudin, melon madu menjadi komoditas unggulan karena memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk yang banyak dijual di pasaran.

Ia menjelaskan, melon madu yang dibudidayakan mahasiswa memiliki tingkat kemanisan antara 12 hingga 13 derajat brix. Sementara melon yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar gula di bawah 10 derajat brix.

“Melon madu yang ada di agroeduwisata kami sangat manis. Hal itu juga diakui oleh pengunjung yang datang,” ujarnya.

Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, kelompok tani hingga siswa dari berbagai sekolah. Selama berkunjung, mahasiswa memberikan edukasi mengenai proses pembibitan, masa tanam, teknik perawatan tanaman hingga kandungan gizi yang terdapat pada buah.

Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga memperoleh pengetahuan seputar budidaya tanaman.

Khairudin menambahkan, keberadaan agroeduwisata juga telah menghasilkan dana abadi yang nantinya dimanfaatkan untuk pengembangan program selanjutnya.

“Melalui program itu, hendaknya mahasiswa lebih memahami bisnis lebih luas dan masyarakat lebih memahami tentang buah-buahan,” harapnya.

Ke depan, Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri akan memasuki masa tanam tahap kedua. Antusiasme masyarakat terhadap agroeduwisata tersebut juga terus meningkat. Bahkan, berbagai pihak telah menghubungi kampus untuk menjadwalkan kunjungan ke lokasi agroeduwisata.

“Kami sudah sering ditelepon berbagai pihak untuk menjadwalkan kunjungan ke agroeduwisata Prodi S-1 Agribisnis ITB Indragiri,” tutupnya. (kas)

Redaksi

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

1 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago