Categories: Politik

Kelompok Separatis Papua Rampas Logistik Pemilu

PAPUA (RIAUPOS.CO) – Di Papua Tengah, Kodam XVII/Cenderawasih mendapat laporan gangguan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap pelaksanaan pemilu. Berdasar informasi yang mereka terima, kelompok tersebut merampas logistik pemilu di Lapangan Terbang Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa itu terjadi Kamis pagi (15/2). Logistik pemilu yang mereka rampas terdiri atas kotak dan surat suara yang mestinya digunakan oleh masyarakat di Intan Jaya.

Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Candra Kurniawan menyampaikan bahwa peristiwa itu juga disertai aksi kekerasan. ”Di tempat tersebut juga terjadi pemukulan oleh KST terhadap saudara ZU,” ungkap dia melalui keterangan resmi.

KST memukul ZU di bagian kepala. Tidak hanya itu, kini korban tidak berani kembali ke Distrik Hitadipa. Dia takut KST kembali berulah.

Secara keseluruhan ada 119 kotak suara yang diambil oleh KST. Sementara ratusan kotak suara lainnya masih berada di Kabupaten Nabire. Untuk mengantisipasi aksi KST kembali terjadi di Intan Jaya, petugas gabungan dari TNI dan Polri meningkatkan patroli keamanan. ”Serta meningkatkan kewaspadaan sehingga tahapan pemilu di Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan dengan aman dan lancar,” terang Candra.

Tidak hanya merampas logistik pemilu, beberapa hari belakangan KST beraksi di Papua dengan menembaki pesawat sipil. Terakhir mereka menembaki pesawat Wings Air PK-WJT. Penembakan terjadi pada Sabtu siang (17/2) di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Meski tidak ada korban, penembakan yang dilakukan KST sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

Setelah dicari tahu, petugas mendapati lubang di badan kiri pesawat tersebut. Peluru yang ditembakkan oleh KST bahkan menembus pembatas jendela sampai bagian atas pesawat. Beruntung pesawat tersebut tetap mendarat dengan baik. Namun demikian, pasca penembakan itu aktivitas dan mobilitas masyarakat Yahukimo terganggu.

”Sangatlah wajar masyarakat marah dan murka karena ingin hidup damai dan pembangunan berjalan baik,” kata Candra.

Menurut dia, masyarakat di Yahukimo sudah meminta petugas gabungan TNI dan Polri menindak KST yang menembaki pesawat tersebut. ”Warga telah meminta kepada aparat TNI-Polri untuk menindak tegas,” imbuhnya.

Terpisah, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Itu dilakukan atas perintah Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Richard T H Tampubolon.

Kogabwilhan III memastikan bahwa pesawat tersebut bisa meninggalkan Yahukimo tanpa gangguan. ”kami pastikan keamanan pilot dan pesawat selama di Bandara Dekai Yahukimo maupun saat pesawat akan take off menuju Bandara Timika,” terang Kolonel Czi IGN Suriastawa.(fiz)

Laporan JPG, Papua

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tebar Kebaikan di Ramadan, The Zuri Pekanbaru Gelar Sahur On The Road

Rayakan anniversary ke-7, The Zuri Pekanbaru berbagi sahur kepada masyarakat melalui program Sahur On The…

22 jam ago

Malam 7 Likur Bersinar, Festival Lampu Colok Bengkalis Dipadati Pengunjung

Festival Lampu Colok Bengkalis 1447 H resmi dibuka Bupati Kasmarni, ribuan warga antusias menyaksikan tradisi…

22 jam ago

Libur Nyepi dan Lebaran, Layanan Imigrasi Bengkalis Disesuaikan

Imigrasi Bengkalis menutup layanan administrasi 18–24 April 2026. Masyarakat diminta mengurus paspor sebelum 17 Maret

2 hari ago

Pos Mudik Simpang Pokok Jengkol Ramai Dikunjungi Warga

Pos Pelayanan Mudik Polres Bengkalis di Simpang Pokok Jengkol, Duri, ramai dikunjungi warga dan menjadi…

2 hari ago

Disnakertrans Riau Terima 20 Aduan THR

Disnakertrans Riau menerima 20 pengaduan THR dari pekerja. Sebanyak 17 laporan masih dalam proses penanganan.

2 hari ago

Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Tetap Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pemerintah daerah tetap hadir di tengah masyarakat meski menghadapi tekanan…

2 hari ago