Categories: Politik

Polisi Larang Masyarakat Demo, IPW: Sudah Melanggar Undang-undang

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai kebijakan polisi melarang massa turun ke jalan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih merupakan kebijakan yang tidak profesional sebagai lembaga penegak hukum.

“Jika kepolisian dan intelijen tidak bekerja maksimal, kemudian mengambil jalan pintas melarang masyarakat menyampaikan aspirasinya, itu tentu menunjukan bahwa polisi tidak profesional dan cenderung melanggar UU,” kata Neta seperti dilansir PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Rabu (16/10).

Menurut Neta, tidak ada alasan polisi untuk melarang masyarakat dan mahasiswa untuk turun ke jalan jelang pelantikan presiden. Apalagi, Undang- undang telah menjamin hak warga negara yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya.

“UU menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Hanya saja dalam menyampaikan aspirasi, masyarakat harus menaati berbagai ketentuan. Tidak menggangu kepentingan masyarakat luas,” sebut Neta.

Karena itu, lanjut Neta, dalam hal ini tugas kepolisian hanya menjaga ketertiban masyarakat yang hendak menggelar aksi, bukan malah membuat aturan melarang aksi tersebut.

“Masyarakat yang menyampaian aspirasinya dan aparatur kepolisian yang mengawal aksi penyampaian aspirasi. Tapi masyarakat harus bisa sama-sama menahan diri agar tertib dan terjaga,” ungkapnya.

Polisi Takut Ricuh

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan, alasan pihaknya melarang aksi unjuk rasa saat pelantikan guna untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan. “Kita berharap dengat tidak diizinkannya aksi. Sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan lancar. Tentunya ini semua demi kebaikan dan kelancaran negara,” kata Argo.

Dengan diberlakukannya aturan itu, mantan Kabid Humas Jatim itu berharap massa yang hendak turun ke jalan agar mengurungkan niatnya. Mengingat hal ini demi menjaga martabat negara di mata dunia. “Kalau misalnya ada seperti yang kemarin itu (aksi ricuh) bisa menurunkan martabat Indonesia. Kita berharap jaga martabat Indonesia bersama-sama,” ungkap Argo.

Diketahui, pelantikan presiden terpilih akan digelar di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, pada Minggu (20/10). Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 31.000 personel gabungan dari TNI-Polri disiagakan dalam mengamankan jalannya acara pelantikan residen dan wakil presiden.

Pengamanan juga dilakukan dengan super ketat yakni tiga ring. Ring pertama dilakukan di lokasi pelaksanaan pelantikan di dalam gedung DPR. Lalu ring kedua di kawasan gedung DPR, juga ditempatkan personel TNi dan Polri. Kemudian ring ketiga yakni di sekitar kawasan gedung DPR. Di sana juga ada personel TNI dan Polri yang mengamankan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

1 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago