Categories: Politik

Enam Fraksi Sudah Mendukung, Pansus Jiwasraya Gagal Dibentuk

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – DPR batal membentuk panitia khusus (Pansus) Jiwasraya. Padahal sudah ada enam fraksi yang mendukung pembentukan Pansus tersebut.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa dewan memutuskan untuk membentuk panitia kerja (Panja) di komisi yang bersinggungan dengan kasus Jiwasraya ini. “Kami akan melakukan hal-hal yang langsung merespons dari pemerintah, yaitu meminta kepada komisi-komisi terkait untuk langsung bekerja,” ujar Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/1).

Dasco mengatakan komisi, yang bersinggungan dengan Jiwasraya adalah Komisi VI, Komisi XI dan Komisi III. “‎Kita respons cepat saja dengan membentuk Panja yang akan langsung mengawasi,” katanya.

Lebih lanjut, Dasco menuturkan, pembentukan Panja di Komisi VI, XI dan III dilakukan setelah adanya pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir , Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Dasco mengatakan fraksi-fraksi di DPR memang sepakat adanya tindak lanjut dari kasus Jiwasraya ini karena merugikan negara sebesar triliunan rupiah. “Sebagian besar fraksi setelah melihat apa yang telah dilakukan dari segi upaya pengembalian uang,” ungkapnya.

Adapun masalah Jiwasraya bermula ketika perusahaan pelat merah ini menunda pembayaran klaim produk asuransi Saving Plan sebesar Rp802 miliar pada Oktober 2018.

Produk ini disalurkan melalui beberapa bank seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank QNB Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank KEB Hana, PT Bank Victoria Tbk, dan PT Bank Standard Chartered Indonesia.

Dalam surat yang beredar kala itu, Jiwasraya menyatakan pemenuhan pendanaan untuk pembayaran masih diproses. Perusahaan pun menawarkan pemegang polis untuk memperpanjang jatuh tempo (roll over) hingga satu tahun berikutnya.

Selang setahun, masalah bertambah. Jiwasraya menyampaikan kepada DPR bahwa perusahaan butuh dana Rp 32,98 triliun. Hal itu dilakukan ‎ demi memperbaiki permodalan sesuai ketentuan minimal yang diatur OJK atau Risk Based Capital (RBC) 120 persen.

Editor : Deslina
Sumber: jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

10 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

10 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

10 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

10 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

10 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

12 jam ago