Categories: Politik

Timsel KPU-Bawaslu Dituntut Cermat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Susunan tim seleksi (timsel) calon anggota KPU dan Bawaslu sempat memantik dinamika. Meski begitu, dalam praktiknya, kinerja timsel harus tetap berlanjut. Utamanya, merumuskan kriteria calon anggota KPU dan Bawaslu, agar nama-nama terbaik bisa menghiasi hasil akhir timsel.

Meskipun timsel memunculkan kontroversi, Komisi II DPR menilai susunan figur-figur yang masuk sudah komprehensif dan mewakili berbagai lini. Mulai dari teknis penyelenggaraan kepemiluan hingga aspek psikologis. "Jadi secara personal, menurut saya mereka bisa sangat diandalkan baik perwakilan dari pemerintah, masyarakat, maupun akademisi," ungkap Anggota Komisi II DPR Saan Mustopa dalam diskusi virtual kemarin (13/10).

Kini, menurut Saan, yang perlu dikawal bukan lagi terkait latar belakang anggota timsel. Melainkan proses seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu, agar timsel bisa betul-betul menyaring dan mendapatkan kandidat yang kompeten. Sebab, tantangan yang akan mereka hadapi jauh lebih kompleks dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.

Tantangan pertama, Pemilu 2024 merupakan pertama kalinya pemilihan nasional dan daerah digelar di tahun yang sama. Kedua, diperkirakan dampak pandemi masih terasa. Dimana hal itu bisa berpengaruh pada proses pemilu. 

"Tentu ini membuat beban dan tingkat kerumitan pemilu lebih tinggi. Ini harus menjadi faktor yang dipertimbangkan timsel dalam merekrut calon anggota penyelenggara pemilu," lanjut dia.

Terkait potensi pelanggaran, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ikut urun memberi masukan. DKPP meminta agar timsel KPU dan Bawaslu juga memperhatikan soal kompetensi calon dalam meminimalisasi pelanggaran pemilu. Ketua DKPP Muhammad menyebutkan bahwa ada tujuh kriteria untuk melahirkan sistem pemilu yang minim pelanggaran.

Ada dua kriteria yang paling ia soroti. Pertama kepastian hukum dan SDM penyelenggara pemilu yang independen, profesional, dan berkepemimpinan kuat. Muhammad mendorong agar kandidat yang terpilih nanti harus bisa menghasilkan produk hukum yang tegas pula. "Kepastian hukum mereduksi 50 persen masalah kepemiluan kita. Saya sangat percaya, perencanaan yang baik itu adalah 50 persen keberhasilan," ujar Muhammad. (jpg)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kampung Terendam Kini Punya Wajah Baru, Resmi Jadi Kampung Tangguh Antinarkoba

Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.

8 jam ago

Perjuangan Daerah Istimewa Riau Belum Padam, 130 Organisasi di Riau Tetap Solid Mendukung

Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.

8 jam ago

Sambut Event Bakar Tongkang, Rohil Hadirkan Aplikasi Pintar untuk Wisatawan

Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.

8 jam ago

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

1 hari ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

1 hari ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

2 hari ago