Categories: Politik

PAN-Gerindra Sepakat Tambah Kursi Pimpinan MPR

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Manuver perebutan kursi pimpinan MPR terus menggelinding. Perkembangan terbaru, sejumlah fraksi terang-terangan meminta penambahan jumlah kursi pimpinan MPR. Dari saat ini  8 kursi menjadi 10 kursi.

Hal ini diwacanakan PAN. Melalui Wasekjennya, Saleh Partaonan Daulay mengatakan MPR merupakan rumah besar bagi semua kelompok politik. Sehingga sangat baik jika semua fraksi memiliki pimpinan di MPR. Dia pun mengusulkan agar kursi pimpinan MPR ditetapkan menjadi 10 kursi di periode 2019-2024.

"Soal siapa ketua MPR bisa dicapai dengan musyawarah mufakat," kata Saleh Partaonan Daulay, Selasa (13/8).

Disampaikannya dari 10 kursi, 9 slot kursi mewaliki fraksi di parlemen dan satu kursi lagi untuk DPD. Dia bilang, dengan musyawarah mufakat tidak ada yang mustahil. Dia bercerita bahwa awal periode 2014-2019, jumlah pimpinan MPR sebanyak 5 orang. Namun 2018 lalu, komposisi pimpinan bertambah menjadi 8 sampai sekarang.

Penambahan jumlah kursi pimpinan itu mengakomodir fraksi lainnya. Seperti PDIP dan PKB. "Saya kira pola itu bisa diterapkan lagi dengan musyawarah mufakat. Sangat baik kalau disempurnakan menjadi 10 kursi," kata wakil ketua komisi IX DPR itu.

Sementara Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengaku sepakat dengan usulan PAN tersebut. Asalkan, kata dia, bisa mendapat persetujuan semua fraksi. Usulan tersebut bisa menjdi opsi atas kebuntuan dalam perebutan pimpinan MPR.

"Mengapa tidak kalau di­sepakati bersama. Wacana itu sa­h-sah saja," kata Fadli Zon.

Menurut Fadli, kebijakan itu bisa diambil dengan me­revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3). Perlu dilakukan dialog politik yang baik antarpartai. "Prinsipnya perlu ada kesepakatan bersama terkait UU MD3 ini," paparnya.

Senada, Wapres Jusuf Kal­la berpendapat bahwa 10 pimpinan untuk Lembaga MPR terlalu banyak. “Bayangkan kalau mau rapat pim­pinan 10 orang,’’ terangnya di kantor Wapres kemarin. Belum lagi, semua partai pasti menginginkan posisi ketua, bukan wakil ketua MPR.

Menurut dia, komposisi 10 orang pimpinan tidak akan efektif. Termasuk pada pembagian tugas masing-masing pimpinan. Apalagi, MPR juga tidak selalu bersidang. Bahkan, sebelumnya Pimpinan MPR hanya tiga orang. “Berlebihan buat saya (10 orang). Kan tugas MPR tidak banyak,’’ tambah JK.(mar/byu/egp)

Laporan: JPG
Editor: Arif Oktafian

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

20 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

20 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago