Categories: Politik

KPU Yakin Partisipasi Masyarakat Tinggi

(RIAUPOS.CO) – Pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu telah memutuskan Pilkada serentak akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Pelaksaan tahun ini mengalami penudaan akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku optimis partisipasi pemilih tetap tinggi meski penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi virus corona. Menurut Arief, penyelenggaran Pilkada serentak Desember mendatang menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Soal kesehatan dan keselamatan bagi peserta, penyelenggara, dan pemilih. Kalau semua didukung dengan baik, in sya Allah partisipasi tinggi bisa kita pertahankan,” ujar Arief kepada wartawan, Sabtu (13/6).

Sementara itu, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan optimisme ini lantaran ada salah satu lembaga survei melakukan riset ke masyarakat, yang mayoritas menyetujui penyelenggaraan Pilkada serentak Desember mendatang.

“Kalau kita lihat salah satunya hasil survei beberapa hari lalu disebutkan apakah Anda bersedia menggunakan hak suara di tengah pandemi yang menjawab bersedia 64 koma sekian persen hampir 65,” ungkapnya.

Dengan hasil survei tersebut, maka KPU meyakini masyarakat tidak akan malas untuk datang ke TPS mencoblos calon yang didukungnya. “Artinya di tengah pandemi keinginan pemilih datang ke TPS itu masih cukup tinggi karena sudah dia angka 64, hampir 65 persen,” ungkapnya.

Selain itu dengan adanya sosialiasi yang masif. Maka Pramono menduga akan mampu menaikkan tingkat partisipasi masyarakat ini. Sehingga pesta demokrasi yang dilakukan pada Desember mendatang bisa tercapai.

“Karena itu dalam 6 bulan ke depan kami optimis dengan kegiatan sosialisasi KPU dengan berbagai ragamnya (bisa menarik partisipasi masyarakat, red),” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pilkada serentak akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 di 270 wilayah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati.

Adapun pemilihan gubernur dan wakil gubernur berlangsung di sembilan provinsi yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Sementara pemilihan wali kota dan wakil wali kota akan dilaksanakan di 37 kota yang tersebar di 32 provinsi. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati bakal digelar di 224 kabupaten.(jrr)
Laporan JPG, Jakarta

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

16 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

16 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

17 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

17 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

18 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

18 jam ago