sistem-dukcapil-uzur-presiden-perlu-atasi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi II DPR khawatir terhadap kondisi perangkat sistem data kependudukan yang sudah uzur. Dewan pun mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan mengatasi persoalan yang serius itu.
Wakil Ketua Komisi II Luqman Hakim mengatakan, kondisi server data kependudukan yang uzur itu menjadi ancaman serius. Hampir dua ratus juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kemendagri rentan hilang atau musnah.
Menurut dia, hal itu akibat dari perangkat keras, yakni ratusan server sebagai tempat penyimpanan data yang sudah terlalu tua atau kadaluwarsa. Sebagian spare part juga sudah discontinue. Bahkan, menurut informasi yang dia terima, sudah tidak ada pihak yang berani melakukan proses maintenance terhadap ratusan server tersebut. "(Ini) akibat dari kemungkinan rusaknya sudah sangat besar," terangnya.
Luqman mengatakan, jika dibiarkan maka bangsa ini akan mengalami kerugian cukup besar. Yakni, hilangnya data kependudukan yang selama bertahun-tahun dikumpulkan, melalui proses perekaman yang melibatkan mayoritas.(jpg)
Mantan kuasa hukum PT SPRH Zulkifli dituntut 14 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI…
Pemko Pekanbaru menyiagakan 21 Puskesmas untuk menangani dampak kabut asap Karhutla dan memastikan pelayanan kesehatan…
Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…
Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…
Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…
Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…