sistem-dukcapil-uzur-presiden-perlu-atasi
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi II DPR khawatir terhadap kondisi perangkat sistem data kependudukan yang sudah uzur. Dewan pun mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan mengatasi persoalan yang serius itu.
Wakil Ketua Komisi II Luqman Hakim mengatakan, kondisi server data kependudukan yang uzur itu menjadi ancaman serius. Hampir dua ratus juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kemendagri rentan hilang atau musnah.
Menurut dia, hal itu akibat dari perangkat keras, yakni ratusan server sebagai tempat penyimpanan data yang sudah terlalu tua atau kadaluwarsa. Sebagian spare part juga sudah discontinue. Bahkan, menurut informasi yang dia terima, sudah tidak ada pihak yang berani melakukan proses maintenance terhadap ratusan server tersebut. "(Ini) akibat dari kemungkinan rusaknya sudah sangat besar," terangnya.
Luqman mengatakan, jika dibiarkan maka bangsa ini akan mengalami kerugian cukup besar. Yakni, hilangnya data kependudukan yang selama bertahun-tahun dikumpulkan, melalui proses perekaman yang melibatkan mayoritas.(jpg)
Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…
Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…
Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…
KPK menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jabatan Sekda. Kasus ini menyeret…
Keterlambatan mobil tangki membuat antrean BBM mengular di empat SPBU Pulau Bengkalis. Warga mendesak pemerintah…
Perbaikan Jembatan Desa Pasir Utama Rohul masih berlangsung. Kendaraan berat dilarang melintas sementara hingga pekerjaan…