Categories: Politik

KPU Rohul Perlu Tambahan Rp12,7 Miliar

PASIRPANGARAIAN (RIAUPOS.CO) — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah menyampaikan keperluan anggaran tambahan kepada pemerintah daerah terkait pelaksanaan pilkada serentak lanjutan yang dijadwalkan 9 Desember mendatang di tengah wabah Covid-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dari penghitungan keperluan anggaran tambahan yang disampaikan KPU Rohul kepada Pemkab Rohul sekitar Rp12,7 miliar untuk melaksanakan pilkada dengan protokol kesehatan, di luar dari dana pilkada yang telah dianggarkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Rp28,5 miliar.

Ketua KPU Rohul Elfendri ST MEng saat dikonfirmasi, Kamis, (11/6), membenarkan telah menyampaikan usulan penambahan keperluan anggaran tambahan terkait pelaksanaan pilkada lanjutan di tengah wabah Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kendati pihaknya telah melakukan efesiensi dan pergeseran anggaran di dalam NPHD Pilkada Serentak tahun 2020. Di mana penyediaan sarana prasarana penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 dalam pilkada lanjutan menyedot anggaran yang sangat besar sekitar Rp6,2 miliar.

Karena untuk pelaksanaan pilkada lanjutan di tengah wabah Covid-19, KPU menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), rapid tes, dan sarana penunjang protokol kesehatan lain bagi petugas penyelenggara baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan TPS.

"Besarnya anggaran sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19, dipicu bertambahnya jumlah TPS dari 985 TPS menjadi 1.200 TPS untuk menyesuaikan standar minimal pemilih setiap TPS yang hanya diperbolehkan maksimal 500 pemilih," katanya.

Diakuinya, KPU Rohul harus melakukan penyesuaian anggaran honorarium bagi petugas adhoc yang mengalami penambahan akibat bertambahnya jumlah TPS.

Elfendri menambahkan, dari perhitungan penyusunan anggaran untuk pilkada lanjutan, semulanya anggaran yang diperlukan dengan menerapkan protokol kesehatan sekitar Rp16,7 miliar. Namun setelah dilakukan pergeseran anggaran ada sekitar Rp3, 9 miliar yang bisa digeser karena tidak sesuai dengan protokol kesehatan.

"Jadi dari kebutuhan anggaran tambahan pilkada lanjutan di tengah wabah Covid-19 yang dijadwalkan 9 Desember mendatang sekitar Rp12.7 miliar. Bila ditambah dengan anggaran NPHD sebesar Rp28,5 maka total kebutuhan anggaran Pilkada Rohul lanjutan sekitar Rp41 miliar," tambahnya.(jrr)

Laporan: ENGKI PRIMA PUTRA (Pasirpengaraian)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

20 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

20 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

20 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

21 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

21 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

21 jam ago