Categories: Politik

Bawaslu Siapkan Pengawasan Melekat

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kurang dari dua pekan lagi, tahapan verifikasi faktual terhadap bukti dukungan bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan akan bergulir. Jajaran KPU di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan mulai mengecek validasi dukungan dari rumah ke rumah mulai 26 Maret 2020 mendatang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengatakan, jajarannya di lapangan sudah siap mengawasi tahapan tersebut. Saat ini, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota sudah membentuk Pengawas tingkat Kelurahan/desa."Nanti tanggal 15 Maret ada pelantikan (pengawas kelurahan/desa)," ujarnya saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos, Jakarta, kemarin (11/3).

Dia menjelaskan, pihaknya sengaja melantik jajaran pengawas lebih dulu untuk memastikan persiapan menghadapi tahap verifikasi faktual bisa berjalan maksimal. Sebab, harus diakuinya, di tahap ini, penyelenggara dan pengawas di level bawah harus kerja keras.

Seperti diketahui, pada tahapan verifikasi faktual, Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada mewajibkan verifikasi dilakukan dengan cara sensus. Dengan demikian, semua bukti yang diajukan sebagai syarat harus dicek satu per satu. Bahkan, jika bukti dukungannya mencapai puluhan hingga ratusan ribu sekalipun.

"Karena harus memastikan bener enggak mendukung, bukan dicatut KTP-nya. Bukan diambil dari suatu tempat, KTP difotocopy," imbuhnya. Hal itu sangat berbeda dengan calon dari jalur partai yang cukup meneliti syarat administrasi.

Terkait teknis pengawasan saat verifikasi faktual, mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu menyebut jajaran pengawas akan bekerja melekat dengan petugas. Nantinya, selama penyelenggara door to door di lapangan,  pengawas akan mengikuti.

"Kami koordinasi dengan KPU agar mengkoordinasikan dengan jajaran kami. Karena apa yang harus dilakukan KPU verifikasinya itu sensus," tuturnya.

Dalam tahapan verifikasi faktual tahun ini, tidak semua daerah Pilkada memiliki bapaslon perseorangan. Berdasarkan catatan KPU, ada 149 Bapaslon di 104 kabupaten/kota dan dua provinsi. Untuk daerah yang tidak memiliki bapaslon, pengawas kabupaten/kota langsung fokus ke tahapan pencocokan dan penelitian pada April mendatang.(far/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

15 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago