Categories: Politik

Fungsi Legislasi Paling Disorot Publik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selain anggaran dan pengawasan, anggota Parlemen 2019-2024 harus bisa mensukseskan fungsi legislasi. Dengan demikian, maka ekspektasi masyarakat terhadap tugas legislasi anggota legislatif, justru yang paling banyak disorot masyarakat.

Bukan saja soal capaian kuantitas produk legislasi yang bisa dihasilkan, tetapi juga kualitas produk legislasi yang menjadi perhatian rakyat. Demikian diungkapkan Anggota DPR RI/MPR RI, periode 2019-2024 dari daerah pemilihan (dapil) Riau 2 dari Fraksi Golkar Idris Laena, Sabtu (5/10) di Jakarta.

"Kenapa tugas legislasi ini menjadi sorotan? Karana ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Dan menurut saya, ini menjadi tantangan utama bagi anggota legislatif ke depan," ujarnya.

Yang paling penting kata Idris Laena, bagaimana seluruh anggota DPR/MPR yang sudah dilantik 1 Oktober 2019 lalu, bisa memberi pemahaman kepada masyarakat. Mulai membahas undang-undang harus melalui mekanisme dan proses yang panjang.

"Jangan sampai karena ketidaktahuan masyarakat, justru membuat wakil rakyat dianggap grasa-grusu. Harus dijelaskan mulai dari pengajuan UU yang disertai naskah Akademik, mendapat persetujuan bersama pemerintah dengan DPR, dan disertai dengan masukan-masukan dari masyarakat dalam rapat dengar pendapat umum," akunya.

Selama ini kata Idris, dalam membentuk Undang-undang, DPR juga sudah membrikan ruang yang cukup bagi masayarakat.

"Satu hal yang juga perlu ditegaskan lagai, bahwa dalam membahas Rancangan Undang-undang (RUU), harus dilakukan bersama antara Pemerintah dengan DPR," ujarnya.

Sejatinya kata dia, banyak tugas yang telah dituntaskan oleh anggota DPR RI periode 2014-2019. Namun tidak bisa dipungkiri, banyak pekerjaan rumah yang masih ditinggalkan khususnya menyangkut produk legislasi. "Ini bisa kita lihat dari banyaknya RUU yang terpaksa ditunda," tuturnya.(yus/egp)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

17 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

18 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

20 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

21 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

21 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

21 jam ago