Categories: Politik

Tak Ada Perubahan, Berarti Video Presiden Marah Tak Ada Gunanya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya pada para menteri yang ia pilih. Hal itu terungkap dalam sebuah video pada saat rapat kabinet pada 18 Juni lalu. Mantan Wali Kota Solo itu juga mengancam akan melakukan reshuffle di kabinetnya.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay mengatakan, jika video Jokowi soal reshuffle itu tidak ada tindak lanjutnya dari para menteri, maka sama saja tidak ada maknanya.

"Jadi kalau misalnya santai saja dan enggak ada perubahan apa-apa. Berarti tidak ada gunanya video itu," ujar Saleh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/7).

Saleh juga menuturkan, marahnya Presiden Jokowi sangatlah wajar. Karena penanganan virus corona atau Covid-19 di dalam negeri sangat jauh dari ekspestasi‎.

"Misalnya tes Covid-19 masih sangat sedikit sampelnya. Kemudian dari hari ke hari orang yang terpapar makin banyak. Kalau itu belum memuaskan kinerja-kinerja para pembantu presiden," katanya.

Namun demikan Presiden Jokowi juga harus mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Jika masyarakat tidak puas terhadap kinerja para pembantu presiden tersebut, maka Jokowi perlu melakukan perombakan kabinet.

"Kalau masyarakat menginginkan terjadi perubahan-perubahan di kabinet, maka menurut saya presiden harus mendengar," pungkasnya.

‎Diketahui, video kemarahan Presiden Jokowi terhadap jajaran menterinya diunggah pada 28 Juni lalu. Video tersebut baru diunggah 10 hari setelah pidato itu dilakukan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020.

Dalam video berdurasi 10 menit itu, Jokowi menegur keras jajaran menterinya yang ia sebut belum satu perasaan, terhadap adanya sense of crisis di Indonesia akibat Covid-19.

Jokowi berujar tidak ada progres signifikan yang dibuat para menterinya dalam menanggulangi pandemi ini. Bahkan, Jokowi mengancam akan membubarkan lembaga atau mereshuffle atau perombakan kabinetnya jika diperlukan.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Jerman Hadapi Paraguay, Nagelsmann Sebut Sistem 32 Besar Merugikan Juara Grup

Pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengkritik format babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena hanya memiliki…

14 menit ago

Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Koalisi Sipil Desak Investigasi Independen

Kematian lima calon manajer Koperasi Merah Putih saat latsarmil menuai sorotan. Koalisi sipil mendesak investigasi,…

18 menit ago

Kebakaran Hebat Hanguskan 300 Kios di Tembilahan, Pemkab Pastikan Pedagang Tetap Berjualan

Pemkab Inhil menyiapkan relokasi sementara usai sekitar 300 kios Pasar Rakyat dan Pasar Terapung Tembilahan…

27 menit ago

Duel Panas Brasil vs Jepang, Ancelotti Usung Misi Revans di Piala Dunia 2026

Brasil mengusung misi balas dendam saat menghadapi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026…

37 menit ago

Naik Bus TMP Cuma Rp242, Promo HUT Pekanbaru Berlaku hingga 30 Juni

Pemko Pekanbaru menghadirkan promo tarif Bus Trans Metro Pekanbaru hanya Rp242 hingga 30 Juni dalam…

42 menit ago

10 Jalur Lolos ke Hari Ketiga, Pacu Jalur Rayon II Disaksikan Ribuan Penonton

Hari pertama Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa berlangsung meriah. Sebanyak 10 jalur berhasil…

1 hari ago