Categories: Politik

Amien Rais Minta Jokowi Lengser 2024, Tolak Jabatan Presiden 3 Periode

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais angkat bicara mengenai wacana perpanjangan masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI menjadi tiga periode. Seperti yang digaungkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Amien Rais, Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan harus selesai masa jabatannya pada 2024 mendatang. Sehingga jangan lagi ada wacana perpanjangan jabatan kepala negara yang jelas menabrak konstitusi.

“Jokowi dan Luhut menjadi simbol dan substansi rezim yang berkuasa saat ini, bahwa sesungguhnya harus berakhir pada Oktober 2024,” ujar Amien Rais melalui Channel YouTube Amien Rais Official, Sabtu (2/4).

“Tidak boleh lagi dua oknum ini lantas menggerakkan berbagai cara, tekad ala Orde Baru itu. Kami masih terngiang-ngiang rakyat kita dibodohi, tapi kadang ditekan, diancam untuk mengolkan tujuan politik yang sesungguhnya jahat, political crime,” katanya.

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengungkapkan, perpanjangan masa jabatan Presiden RI yang digaungkan oleh Luhut karena adanya ketakutan selalu merasa tidak aman terhadap pemimpin berikutnya.

Sehingga menurut Amien Rais, mereka menggunaan cara-cara Orde Baru seperti melakukan bujuk rayu terhadap masyarakat untuk mendapatkan dukungan, seolah-oleh Presiden Jokowi mampu menyelamatkan Indonesia.

“Jadi menjadi paranoid rezim di mana cirinya adalah rasa tidak pernah secure, aman, kemudian cara menutupi kelemahannya dengan cara menggertak, dengan mengancam, dengan mengerahkan massa yang masif bahwa duet ini adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan bangsa ini,” ungkapnya.

Terbaru kata dia, adanya pernyataan sikap dari Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (Apdesi) yang menyatakan dukungannya terhadap Jokowi untuk kembali menjabat sebagai kepala negara.

.Sehingga menurut Amien Rais, mereka menggunaan cara-cara Orde Baru seperti melakukan bujuk rayu terhadap masyarakat untuk mendapatkan dukungan, seolah-oleh Presiden Jokowi mampu menyelamatkan Indonesia.

“Jadi menjadi paranoid rezim di mana cirinya adalah rasa tidak pernah secure, aman, kemudian cara menutupi kelemahannya dengan cara menggertak, dengan mengancam, dengan mengerahkan massa yang masif bahwa duet ini adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan bangsa ini,” ungkapnya.

Terbaru kata dia, adanya pernyataan sikap dari Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (Apdesi) yang menyatakan dukungannya terhadap Jokowi untuk kembali menjabat sebagai kepala negara.

Sumber: Jawapos.co

Editor: Edwar Yaman

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Razia Pekat Beruntun di Singingi dan Kuantan Mudik, Satpol PP Kuansing Jaring 6 LC

Satpol PP-PKP Kabupaten Kuansing menjaring enam wanita penghibur (LC) dan menyita miras dalam razia pekat…

6 jam ago

Sampah Harian Capai 85 Ton, Pengelolaan Baru 2 Persen, Pemkab Meranti Siapkan Pembentukan LPS dan TPST

Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…

7 jam ago

Sempat Gagal Tahap Pertama, 6 Bakal Calon Penghulu di Rohil Ikuti Tes Mengaji Ulang

Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…

7 jam ago

Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…

13 jam ago

Kebakaran Hebat di Payung Sekaki Pekanbaru: 7 Gudang Avian Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…

14 jam ago

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bagi 39 Ribu Warga Meranti Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…

15 jam ago