Categories: Politik

Desak DPR Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkal Pinang, Bangka Belitung juga menyoroti berbagai rancangan undang-undang (RUU). Salah satunya Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka mendesak DPR menolak peraturan itu jika tidak sesuai dengan kemaslahatan umat.

Respon terhadap RUU Cipta Kerja merupakan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan KUII. Ketua Panitia Pengarah KUII VII Anwar Abbas mengatakan, pihaknya mendorong para legislator agar menolak dengan tegas Omnibus Law Cipta Kerja jika  RUU tersebut tidak berkesesuaian dengan kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa. "Serta jika  bertentangan dengan asas-asas hukum yang ada," terang dia.

Selama ini, banyak penolakan yang disuarakan terhadap RUU yang sudah diserahkan ke DPR RI itu. Bahkan, ada pihak yang meminta agar draf RUU ditarik kembali oleh pemerintah, karena banyak pasal yang bermasalah. Sampai sekarang dewan belum menunjuk komisi atau panitia khusus (Pansus) yang akan membahasnya.

Anwar mengatakan, DPR harus betul-betul serius menghadapi RUU yang diusulkan pemerintah itu. Jangan sampai dewan hanya mengikuti kata pemerintah atau sebagai tukang stempel pemerintah. Jika ada pasal yang merugikan umat dan hanya menguntungkan segelintir kelompok, maka para wakil rakyat harus menolaknya. "Tolak saja kalau memang merugikan umat," tegas Ketua PP Muhammadiyah itu.

Selain itu, kata Anwar,  KUII VII juga mendorong dan mendukung RUU Larangan Minuman Beralkohol, RUU PKS, RUU Ketahanan Keluarga, dan RUU KUHP, selama RUU tersebut berkesesuaian dengan ajaran agama, kemaslahatan umat dan bangsa, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sekarang bolanya ada di tangan DPR. Dia berharap dewan betul-betul mendengar aspirasi dari umat. Jangan sampai masukan dan saran dari masyarakat diabaikan. Sebab, RUU yang dibahas dan diputuskan DPR akan sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat luas.(lum/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Antrean BBM Mengular di Bengkalis, Warga Rela Berjam-jam Demi Pertalite

Antrean panjang BBM terjadi di Bengkalis. Warga harus menunggu berjam-jam akibat stok terbatas dan tingginya…

1 jam ago

Proyek Tol Pekanbaru Dipacu, Wako Usul Nama Pendiri Kota untuk Pintu Tol

Wali Kota Pekanbaru tinjau progres tol dan usulkan nama pendiri kota untuk pintu tol. Proyek…

1 jam ago

RS Unri Terima Penghargaan dari Wali Kota, Siap Perkuat Layanan Darurat 112

RS Unri terima penghargaan dari Pemko Pekanbaru dan siap memperkuat layanan darurat melalui dukungan penuh…

2 jam ago

Tarif Parkir Rp15 Ribu, Jukir di Pekanbaru Langsung Dipecat!

Jukir di Pekanbaru diamankan setelah memungut tarif parkir Rp15 ribu. Dishub langsung memberi sanksi tegas…

2 jam ago

14 Ribu Siswa SMP di Pekanbaru Jalani TKA, Ini yang Perlu Diketahui

Lebih dari 14 ribu siswa SMP di Pekanbaru mulai mengikuti TKA. Ujian ini tidak menentukan…

3 jam ago

Kakek di Rohil Ditangkap, Diduga Cabuli Cucu Kandung

Kakek di Rohil ditangkap polisi, diduga cabuli cucu 14 tahun, kasus gegerkan masyarakat.

3 jam ago