strategi-marketing-nano-material-implementasi-hilirisasi-hasil-riset
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Universitas Riau mengemban kewajiban member kontribusi untuk mensejahterakan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Riset yang dilaksanakan oleh akademisi Unri menghasilkan kekayaan intelektual yang siap diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung maupun melalui industri dalam bentuk produk siap pakai.
Evi Nadhifah SSi selaku Koordinator TU Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau menyusun beberapa program sebagai "Strategi Peningkatan Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian di Universitas Riau".
"Salah satu di antaranya dengan melaksanakan program Usaha Pengembangan Intelektual Kampus, yang diharapkan dapat mendatangkan minat baik dari masyarakat maupun industri. Selain itu program tersebut sebagai uji pasar mengetahui respon pasar terhadap produk hasil riset dengan menjual produk yang telah diproduksi di labor," kata Evi.
Pada Sabtu 28 Mei 2022, telah dilaksanakan FGD terkait strategi marketing dengan menggunakan metode canvas dalam pengembangan bisnis untuk komersialisasi produk larutan graphene dan produk turunannya (bahan pengkilap dan pengurang baret-baret pada bodi mobil/motor).
"Produk graphene ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Prof Amun Amri PhD, salah satu dosen Fakultas Teknik. FGD ini difasilitasi oleh LPPM Universitas Riau sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mengkomersialisasi hasil riset yang dilaksanakan oleh dosennya," ujarnya.(c/zed)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.