Categories: Pendidikan

Inovasi Hebat dari Unri: Bra Medis Ini Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker Payudara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Upaya mendeteksi kanker payudara sejak dini kini mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Tim peneliti dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Riau (Unri) sukses mengembangkan inovasi “bra medis” yang mampu mendeteksi kelainan jaringan payudara menggunakan teknologi gelombang mikro.

Inovasi ini merupakan hasil riset dalam Program Hilirisasi Riset Skema Pengujian Model dan Prototype Tahun 2025, yang didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau.

Tim penelitian terdiri dari tiga dosen dan lima mahasiswa, yaitu Hasby Fakhrezi Kamal, Muhammad Erwa Sandyka, Rangga Byian Tri Putra, Sofa Dwi Putra, dan Taupan Septian Haris. Sementara itu, dosen pembimbingnya adalah Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng, Dian Ramadhani ST MT, dan Dr dr Tb Odih Rhomdani Wahid SpBA MKM.

Ketua tim peneliti, Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng, menjelaskan bahwa bra medis ini bekerja dengan prinsip pantulan gelombang mikro. Setiap sisi bra dilengkapi empat kuadran dengan total enam belas antena sensor yang mendeteksi kondisi jaringan payudara.
“Alat ini menembakkan sinyal gelombang mikro ke jaringan payudara. Jika jaringan normal, sinyal menembus dan diteruskan ke belakang tubuh. Namun jika ada kelainan seperti tumor, sinyal akan dipantulkan kembali ke sensor,” terang Yusnita, Jumat (24/10).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem ini mengukur waktu tempuh sinyal pantulan dari antena ke jaringan. Selisih waktu antara sinyal yang dikirim dan diterima kembali digunakan untuk memperkirakan posisi serta jarak kelainan pada jaringan.
“Dengan metode ini, proses deteksi dilakukan tanpa harus melukai tubuh. Aman, nyaman, dan tidak menimbulkan rasa sakit,” tambahnya.

Saat ini, penelitian masih berada pada tahap pengembangan prototype untuk menguji sensitivitas dan kestabilan sistem. Pengujian dilakukan menggunakan phantom atau model tiruan jaringan payudara guna memastikan akurasi sebelum diterapkan pada manusia. Hasil deteksi nantinya ditampilkan melalui Graphical User Interface (GUI) yang dirancang agar mudah dipahami masyarakat.
“Kami ingin tampilan hasilnya sederhana dan mudah dimengerti, sehingga siapa pun bisa memahami hasil deteksinya,” ujarnya.

Ke depan, tim berencana melakukan uji kelistrikan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) untuk memastikan alat ini memenuhi standar keamanan dan layak digunakan sebagai perangkat medis. Bra medis ini juga telah mendapatkan sertifikat desain industri, sebagai bentuk pengakuan terhadap orisinalitas dan potensi inovatifnya.

Penelitian ini menjadi bukti komitmen Universitas Riau dalam mengembangkan riset terapan berbasis teknologi yang berdampak sosial tinggi, khususnya untuk kesehatan perempuan.
“Kami berharap inovasi ini menjadi langkah awal dalam pengembangan alat medis lokal yang aman, efektif, dan ramah pengguna,” pungkas Yusnita.

Melalui inovasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker payudara diharapkan semakin meningkat. Teknologi bra medis bukan hanya solusi praktis, tetapi juga wujud nyata kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sains dan teknologi.

Redaksi

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

16 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

17 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

18 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

19 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago