Ilustrasi SPMB 2025
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Meskipun pendaftaran Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri tahun ajaran 2025/2026 sudah dilakukan secara daring melalui laman resmi, pada hari pertama pembukaan Selasa (24/6), masih ada sejumlah orang tua yang memilih datang langsung ke sekolah.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Sebagian besar ingin mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang tahapan pendaftaran, terutama terkait dokumen persyaratan yang harus dipenuhi. Ada juga yang mengalami kendala akses internet di rumah dan berharap bantuan dari pihak sekolah.
Seperti di SMAN 7 Pekanbaru, seorang ibu bernama Rika mengaku sudah mengetahui sistem daring, namun ia tetap datang ke sekolah untuk menanyakan soal dokumen domisili.
“Saya sudah dua tahun tinggal di dekat sekolah, tapi belum punya dokumen domisili resmi. Tadi saya diarahkan pihak sekolah untuk minta surat keterangan ke kelurahan,” katanya.
Sementara itu, Yanti, orang tua calon siswa lain, mengatakan proses pendaftaran daring berjalan lancar. “Alhamdulillah, anak saya daftar ke SMAN 4 Pekanbaru. Website-nya mudah diakses dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Kepala SMAN 7 Pekanbaru, Amri MPd, membenarkan masih ada orang tua yang datang ke sekolah. “Kami tetap melayani mereka. Biasanya mereka datang untuk konsultasi dokumen atau meminta bantuan mendaftar karena keterbatasan fasilitas,” ungkapnya.
Tahun ini, SMAN 7 Pekanbaru membuka sembilan rombongan belajar dengan total daya tampung 324 siswa baru.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa SPMB 2025/2026 terdiri dari empat jalur penerimaan:
Jalur domisili: 30 persen
Jalur prestasi: 35 persen
Jalur afirmasi (khusus siswa kurang mampu/disabilitas): 30 persen
Jalur mutasi: 5 persen
Sebelum mendaftar, calon peserta didik wajib mengikuti tahap pra-pendaftaran, seperti aktivasi akun, pengisian data, dan unggah dokumen. Pendaftaran berlangsung dari 24 hingga 29 Juni 2025 melalui laman https://pmb.riau.go.id.
Erisman juga mengimbau agar siswa dan orang tua dapat membaca peluang masing-masing jalur agar potensi lolos lebih besar. “Misalnya siswa tinggal dekat sekolah dan nilainya bagus, maka jalur domisili bisa jadi pilihan paling tepat,” ujarnya.
Ia berharap proses pendaftaran berjalan lancar dan adil bagi semua calon peserta didik.
Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…
PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…
Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…
Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…
Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…
Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…