Categories: Pendidikan

PKM Dosen Fisipol UIR Dorong Kemandirian Ekonomi Anak Panti Asuhan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Panti Asuhan Walidah Aisyiyah Kota Pekanbaru, Sabtu (6/12).

Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana PKM di panti asuhan khusus putri yang berada di Kota Pekanbaru. Panti Asuhan Walidah Aisyiyah berdiri sejak 6 Oktober 2016 dan berlokasi di Jalan Merak 4 Ujung, Perum Sidomulyo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai.

Panti asuhan tersebut diketuai oleh Zulhemli SPdi dengan pengasuh Elvi Susilawati. Saat ini terdapat 21 anak asuh yang terdiri dari tiga balita dan 18 remaja yang mengenyam pendidikan di tingkat SMP dan SMK.

Anak-anak panti membutuhkan edukasi keterampilan yang mampu menghasilkan produk bernilai jual sebagai upaya mengenalkan kewirausahaan sejak dini. Kebutuhan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan PKM oleh dosen Fisipol UIR.

Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Unggulan (PPU) yang diketuai oleh Dr Hj Rosmayani SSos MSi, dengan anggota Nurmasari SSos MSi, Dr Eka Komalasari SSos MSi, dan Dr Dita Fisdian Afni SIP MIP. Program ini juga melibatkan mahasiswa Ratna Anggraini, Mhemhe Pratama Mustika, dan Khaila Zahwa Firdaus.

Tim PKM mengusung tema “Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Walidah Aisyiyah Melalui Pelatihan Keterampilan Jahit dan Boga untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Kota Pekanbaru”.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pengurus panti, teridentifikasi dua permasalahan utama yang menjadi prioritas penanganan, yakni peningkatan produksi dan penguatan kewirausahaan.

Ketua tim PKM, Dr Hj Rosmayani SSos MSi, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pemberian bantuan sarana dan prasarana. Bantuan tersebut berupa satu unit mesin jahit merek Jack F6 New Complit untuk pengembangan keterampilan menjahit.

Selain itu, tim juga menyerahkan satu unit Sharp Showcase SCH-210FS dan satu unit Ecohome Oven Listrik EOP-777 24 L AQUA untuk mendukung pengembangan usaha makanan dan minuman yang lebih bervariasi, sehat, dan higienis.

“Diharapkan bantuan ini mampu meningkatkan hasil produksi serta pendapatan ekonomi di panti asuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Panti Asuhan Walidah Aisyiyah, Zulhemli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dosen UIR yang telah memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi panti asuhan.

Ia berharap, bantuan sarana prasarana tersebut dapat meningkatkan keterampilan anak-anak panti, mendorong kemandirian ekonomi, serta membuat proses pembelajaran di panti berjalan lebih optimal.

“Kami berharap motivasi anak-anak dalam mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan semakin meningkat. Begitu juga kualitas hafalan dan pemahaman Alquran anak-anak menjadi lebih baik,” tuturnya. (nto/c)

Redaksi

Recent Posts

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 jam ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 jam ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

2 jam ago

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

11 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

11 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

11 jam ago