Categories: Pendidikan

Dosen UIR Edukasi Siswa SMK Migas Inovasi soal Logging dan Data Sumur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar edukasi teknis bagi siswa SMK Migas Inovasi Riau, Senin (15/1) di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan menjembatani kebutuhan industri migas dengan dunia pendidikan vokasi.

Edukasi tersebut mengusung tema “Edukasi Logging dan Interpretasi Data Sumur sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Vokasi di SMK Migas Inovasi Riau”. Materi difokuskan pada penguatan pemahaman siswa terhadap aspek penting dalam eksplorasi migas, khususnya well logging.

Tim pengabdian terdiri dari Ketua Pengusul Ir Richa Melysa ST MT, anggota Ir Novrianti ST MT, anggota eksternal Ir Idham Khalid ST MT, serta didukung mahasiswa Ochi Willya Chevrananda dan Marsekal Ghufran Alfarisy.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada proses pengambilan dan pengolahan data bawah permukaan tanah yang menjadi dasar penentuan potensi cadangan hidrokarbon. Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mendekatkan kurikulum sekolah dengan realitas industri migas.

Ketua Tim Pengabdian, Ir Richa Melysa ST MT, menegaskan bahwa penguasaan data menjadi keterampilan penting bagi tenaga kerja vokasi masa depan. “Siswa SMK Migas tidak hanya dituntut mampu bekerja di lapangan, tetapi juga memahami bahasa sumur melalui data logging. Keahlian ini sangat dibutuhkan industri migas saat ini,” ujarnya.

Selama pelatihan, siswa mendapatkan materi komprehensif mulai dari pengenalan alat logging seperti gamma ray log, resistivity log, dan neutron-density log, proses akuisisi data, hingga interpretasi dasar grafik log untuk mengidentifikasi lapisan batuan dan kandungan fluida, baik minyak, gas, maupun air.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti simulasi dan praktik interpretasi data yang difasilitasi pihak sekolah. Hal ini menunjukkan ketertarikan serta pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Kepala SMK Migas Inovasi Riau, Ferda Fandesa ST, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi memberikan penyegaran terhadap kurikulum pembelajaran di sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi para dosen UIR. Simulasi interpretasi data yang diberikan membantu siswa memahami gambaran nyata tantangan di industri migas,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta simulasi kelompok untuk menganalisis data sumur fiktif dan mempresentasikannya di hadapan audiens dan mentor. Edukasi ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa agar menjadi tenaga kerja kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri energi nasional. (nto/c)

Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago