Edi Sutono
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri Plus Provinsi Riau membeludak. Dari sebanyak 1.189 pendaftar, yang lulus seleksi berkas administrasi sekitar 702 pendaftar.
Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Edi Sutono MPd mengatakan, sosialisasi pendaftaran PPDB di SMAN Plus sudah dimulai sejak Februari silam. Dilanjutkan dengan tahapan pembukaan pendaftaran yang dilaksanakan dengan sistem online. Pendaftarnya berasal dari calon peserta didik se-kabupaten/kota Provinsi Riau.
Setelah mengikuti tahapan pendaftaran, maka masih ada seleksi selanjutnya yang harus dilalui. “Yang lulus seleksi berkas, ini yang berhak mengikuti tes selanjutnya yaitu tes akademik,” ujar Edi Sutono MPd Sabtu (15/6/2024).
Peserta didik yang berhasil melalui semua tahapan seleksi dan tes, mereka akan masuk asrama sekitar 11 Juli 2024. Adapun jumlah calon peserta didik yang diterima atau kuota SMAN Plus sebanyak 200 peserta didik.
“Pembelajaran efektif tahun 2024-2025 itu kalau berdasarkan kalender pendidikan sekitar 15 Juli, biasanya karena kita berasrama anak-anak didik masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS) tiga hari sebelumnya,” terangnya.
Pihak SMAN Plus sudah mulai sosialisasi dari awal Februari, kemudian dilanjutkan dengan tahapan pendaftaran. “Tahapannya setelah pendaftaran secara online yakni sejak Februari kemudian ada tes akademik, fisik, kesehatan dan psikotes. Rentang waktunya sudah dimulai sejak Februari, Maret-nya,” tambahnya.
Sementara syarat administrasi itu berkenaan dengan nilai rapor dan sertifikat prestasi jika ada. Tetapi berkenaan dengan nilai, maka untuk tahun ini PPDB SMA Plus itu, untuk lima mata pelajaran yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA dan IPS itu minimal 80 untuk semua nilai mulai semester satu sampai semester lima.
“Kemudian juga syarat lain yang mengikat adalah nilai rata-rata keseluruhan mapelnya juga harus 80. Tim kita kemudian melakukan verifikasi berkas calon peserta didik,” ujarnya.
Kemudian ada tes kesemaptaan yang meliputi tes kesehatan dan tes fisik bukan hanya berlari saja, push up dan sit up dan selanjutnya tes kemampuan bahasa Inggris.
“Visi kita kan berdaya saing global dan psikotes selanjutnya. Ini untuk mengetahui daya juang anak untuk tinggal di asrama, karena anak akan berasrama selama tiga tahun,” tutupnya.(ilo)
Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo berbobot 830 kilogram akan disembelih di Masjid Al-Jami’ Desa Babussalam,…
Bupati Kuansing Suhardiman Amby resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPM Provinsi Riau dalam…
Koperasi Desa Merah Putih di Siak diresmikan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas…
SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru bersama DUDI menggelar penyelarasan kurikulum guna meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan…
KBI Riau membagikan 40 paket sembako kepada warga sekitar Candi Muara Takus dalam rangka menyambut…
Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, peternakan hewan kurban di Pekanbaru mulai ramai pembeli meski tantangan usaha…