Categories: Olahraga

Puja-puji untuk Keistimewaan Kante

PORTO (RIAUPOS.CO) – Gelandang bertahan. Itulah yang membedakan antara Manchester City dan Chelsea dalam final Liga Champions 2021 di Estadio do Dragao kemarin (30/5).

Keputusan manajer City Pep Guardiola tidak memainkan gelandang bertahan menuai banyak kritik dari fans The Citizens.

Tidak ada Rodri Hernandez yang biasanya menjadi gelandang bertahan pilihan reguler City musim ini. Apalagi sosok kapten tim Fernandinho. Sebagai gantinya, Pep menjadikan Ilkay Guendogan sebagai sosok jangkar.

Trio lini tengah City (dalam skema 4-3-3) memang punya karakter advance dengan dua lainnya adalah Bernardo Silva dan Phil Foden. Bahkan, Foden menjadi second striker di belakang striker palsu, gelandang serang Kevin De Bruyne.

Hal itu bertolak belakang dengan Chelsea. Pelatih Thomas Tuchel tetap mengandalkan N’Golo Kante dan Jorginho di sentral permainan. Kante yang lebih defense pun memberikan pelajaran bahwa man of the match final Liga Champions bisa diraih gelandang bertahan meski tanpa gol maupun assist.

Seperti dilansir Squawka, Kante berhasil menyapu bersih aspek utama peran gelandang bertahan dalam final kemarin. Pemain 30 tahun itu memenangi 11 kali duel, 10 kali recovery, 3 tekel, 2 sapuan, dan 2 intersep.

Selain itu, Kante tidak melakukan sekali pun pelanggaran sekaligus tidak ada pemain City yang bisa melewatinya dalam dribel satu lawan satu.

”Semakin saya melihat dia (Kante), semakin saya yakin bahwa dia adalah gelandang bertahan terbaik dunia saat ini. Saya belum pernah melihat (gelandang bertahan) sebagus dia dalam 10 tahun terakhir,” beber pemandu bakat Leicester City David Mills kepada The Sun.

Mills adalah orang yang memantau Kante tujuh tahun silam. Yaitu, saat Kante masih berkostum SM Caen. Mills terpesona kepada Kante karena mengingatkannya kepada Claude Makelele. Yang menarik, Makelele yang juga pernah bermain untuk Chelsea (2003–2008) saat ini menjabat sebagai penasihat teknis The Blues.

Berkat capaiannya kemarin, Si Tikus –julukan Kante– sudah meraih hampir semua titel ajang mayor di klub maupun timnas. Mulai Piala Dunia, Liga Champions, hingga liga (Premier League). Jika bisa melengkapinya dengan juara Euro 2020 yang bergulir dua pekan lagi, Kante bakal menyamai torehan eks winger Chelsea Pedro Rodriguez.

”Dia menghadirkan spirit positif bagi tim ini. Bagaimana bisa Anda tetap rendah hati setelah memenangi Piala Dunia dan Liga Champions? Kante melakukannya,” kata kapten Chelsea Cesar Azpilicueta kepada BBC.

Prestasi Kante bisa semakin fenomenal tahun ini seiring rumah-rumah bursa telah menempatkannya sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or.
 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

6 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

7 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

8 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

9 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

1 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

1 hari ago