ronaldo-ngamuk-saat-lawan-serbia-pelatih-pasang-badan
LISBON (RIAUPOS.CO) – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Portugal, Fernando Santos, memberi pembelaan terhadap anak asuhnya, Cristiano Ronaldo yang mengamuk di lapangan. Kemarahan tersebut terjadi ketika Portugal bertamu ke Serbia untuk melakoni matchday kedua Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa.
Laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu memang menyisakan kisah tragis untuk Ronaldo. Pasalnya, Portugal gagal memenangi pertandingan setelah laga kontra Serbia berakhir dengan skor 2-2.
Bahkan bukan hanya itu, gol Ronaldo yang terjadi pada menit 90+3 dianulir oleh wasit. Gol dianggap tidak sah karena wasit menganggap bola telah disapu oleh bek Serbia, Stefan Mitrovic, sebelum melewati garis gawang.
Namun, Ronaldo merasa bola yang ia lesakkan ke gawang Serbia sudah melewati garis. Bahkan pada tayangan ulang, bola pun sebenarnya sudah melewati garis gawang. Mitrovic pun menyapu bola tepat setelah bola melewati garis.
Situasi ini memang sempat membuat Ronaldo geram walau akhirnya harus menerima kenyataan karena tidak ada VAR. Namun, luapan kekesalannya itu, ia limpahkan ketika keluar dari lapangan dengan lebih cepat dan tampak mencopot ban kapten.
Hal ini akhirnya membuat banyak pihak memberi kritik kepada Ronaldo. Namun, Santos akhirnya memberi pembelaan kepada anak asuhnya tersebut dan menganggap hal itu sebagai aksi frustrasinya.
“Itu hanya momen frustrasi. Cristiano akan tetap menjadi kapten. Ia adalah teladan bagi semua orang,” ungkap Santos, mengutip dari Football Italia, Selasa (30/3/2021).
“Jika ia telah menyinggung pelatih atau rekan satu timnya, kami akan memikirkannya, tetapi tidak ada yang terjadi,” tambahnya.
“Ia selalu ingin menang, dan ia sangat frustrasi. Ia memberikan segalanya untuk tim nasionalnya,” imbuhnya.
“Ia mempublikasikan postingan media sosial 10 menit setelah pertandingan, tetapi tidak ada yang mengatakan itu baik darinya,” pungkasnya.
Sumber: Football Italia/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…