Tunggal putra indonesia Jonatan Christie berteriak histeris usai mengalahkan wakil Denmark Anders Antonsen dalam pertandingan final korea Open di suwon Gymnasium, Ahad (28/9/2025). ANthONY WALLACe / AFp
SUWON (RIAUPOS.CO) – Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo tak mampu menahan haru setelah memastikan diri juara Korea Open 2025. Kepastian itu hadir ketika pukulan lawannya, Anders Antonsen, tersangkut di net pada partai final di Suwon Gymnasium, Ahad (28/9).
Jojo langsung berteriak penuh lega. Gelar ini jadi sangat berarti, sebab merupakan trofi perdananya setelah memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI Cipayung pada Mei lalu.
“Memang ini bukan turnamen terbesar, tapi bagi saya sangat berarti,” ujarnya usai pertandingan.
Peraih emas Asian Games 2018 itu mengaku tak menyangka bisa menjuarai turnamen Super 500. Pasalnya, ia sempat berkutat dengan cedera dan berulang kali harus menjalani pemulihan.
“Banyak waktu habis untuk pemulihan, lalu sakit lagi, pemulihan lagi, sampai harus mencari percaya diri dan motivasi. Hari ini terbayar, terima kasih Tuhan,” ucapnya penuh syukur.
Jojo juga mengakui faktor angin cukup berpengaruh di lapangan. Namun saat unggul di game penentuan, rasa percaya dirinya makin kuat untuk terus menekan lawan.
Sementara itu, Indonesia gagal menambah gelar lewat sektor ganda putra. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus mengakui keunggulan ganda tuan rumah, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam dua game langsung (16-21, 21-23).
“Walaupun belum bisa juara, kami sudah berusaha tampil maksimal,” kata Fajar.
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…