Azzahra Permatahani saat tampil pada final 200 meter gaya punggung Jakarta Open Swimming Championships di Stadion Akuatik GBK (28/9). (Chandra Satwika/Jawa Pos)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Perenang pelatnas mendominasi podium utama Jakarta Open Swimming Championships (JOSC) 2019 hari terakhir kemarin. Azzahra Permatahani dan Nurul Fajar Fitriati menjadi yang tercepat di kategori masing-masing pada nomor 200 meter gaya punggung.
Di kategori senior, Nurul finis pertama dengan catatan waktu 2 menit 18,63 detik.
Sedangkan Azzahra membukukan waktu 2 menit 21,05 detik untuk kategori KU 1. Perenang 17 tahun itu tampil impresif selama tiga hari JOSC berlangsung. Dua rekor nasional berhasil dia perbarui. Pertama, pada Kamis (26/9) di nomor 200 meter gaya dada. Dia mencatatkan waktu 2 menit 32,22 detik, mempertajam rekornas lama 2 menit 32,57 detik milik Vannesae Evato.
Selanjutnya, Jumat (27/9) Azzahra mendapat catatan waktu terbaik untuk nomor spesialisasinya, yakni 200 meter gaya ganti. Perenang klub Belibis, Pekanbaru, itu meraih waktu 2 menit 16,43 detik. Memperbarui rekornas atas namanya sendiri yang semula 2 menit 16,71 detik.
’’Alhamdulillah senang. Kalau di nomor 200 meter gaya dada sebenarnya nggak target, jadi surprised saja bisa pecah rekornas,’’ kata Azzahra ketika ditemui setelah lomba.
Menurut dia, hasil yang diraih ini bakal jadi modal yang baik untuk SEA Games 2019. Tidak seperti rekan pelatnas yang baru bergabung pada pertengahan tahun, Azzahra berlatih di bawah bimbingan David Armandoni sejak Januari lalu. Karena itulah, persiapannya lebih matang. Azzahra diplot untuk turun di nomor 200 meter dan 400 meter gaya ganti.
Di SEA Games 2017, Azzahra harus puas dengan medali perak di nomor 400 meter gaya ganti. Saat itu dia mencatatkan waktu 4 menit 50,39 detik. Kalah oleh Nguyen Thi Anh Vien dari Vietnam yang punya waktu 4 menit 45,82 detik. Namun, kini catatan waktu terbaiknya sudah mencapai 4 menit 48,51 detik. ’’Harus pede (percaya diri, Red). Kalau nggak yakin pasti susah menang nanti,’’ ucap Azzahra.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…