Categories: Olahraga

Kompetisi Berakhir, Gaji Belum Cair

Kalteng Putra sempat membuat sensasi jelang bergulirnya Liga 1 2019. Mereka mengklaim bakal mendatangkan Diego Forlan dan Zlatan Ibrahimovic. Namun, prestasi di akhir musim tak sebanding dengan sensasi yang dibuat jelang kompetisi.  Bahkan, mereka kini menghadapi problem klasik.  Kesulitan membayar gaji pemain.

KALTENG (RIAUPOS.CO) — PERFORMA Kalteng Putra sebetulnya tidak buruk-buruk amat.  Mereka sempat menunjukkan penampilan yang menjanjikan pada awal musim. Di ajang Piala Presiden 2019, Kalteng Putra bahkan bisa lolos perempat final dengan status juara grup.  Padahal, tim berjuluk Laskar Isen Mulang itu satu grup dengan Persipura Jayapura, PSIS Semarang dan PSM Makassar.  Di babak delapan besar, mereka juga berhasil menyingkirkan Persija Jakarta.

Grafik penampilan tim asuhan Gomes de Oliveira ini mulai terlihat menurun saat memasuki pertengahan musim.  Puncaknya pada Oktober lalu.  Mereka dilanda krisis finansial.  Krisis yang memaksa pemain melakukan aksi mogok latihan.  Aksi ini kabarnya dipicu soal keterlambatan gaji dan bonus.

Gomes mengakui, konflik internal yang dipicu persoalan finansial, memang mereduksi kinerja anak asuhnya."Pemain sebetulnya tampil bagus, tidak mengecewakan," kata Gomes. "Tapi, beberapa kali mogok latihan itu yang membuat tim ini terpuruk, harusnya kerja sama yang baik untuk bertahan," papar pelatih asal Brasil itu.

Gomes menyayangkan krisis tersebut.  Padahal, Liga 1 2019 lebih ketat dibandingkan musim sebelumnya. "Juara saja sudah bisa dilihat sebelum kompetisi berakhir, cukup ketat musim ini," bebernya.

Kabarnya, gaji pemain sampai saat ini masih belum cair.  Hal itu dikeluhkan salah satu pemain Kalteng Putra yang dihubungi Jawa Pos (Riau Pos Grup), Kamis (26/12).

Pemain yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, per tanggal 30 Desember mendatang manajemen belum membayar gaji selama dua bulan.

"Jadi saat ini menuju dua bulan tunggakan gaji, November dan menuju Desember. Kami kasih toleransi hingga tanggal 10 Januari," ujar pemain tersebut.

Dia  mengatakan sudah melapor ke APPI.  Tindakan itu tak akan dia lakukan jika manajemen punya itikad baik.

"Kami sudah menempuh jalan kekeluargaan dengan manajemen, tapi malah manajemen membeda-bedakan pemain," keluhnya.

Yang dimaksud membeda-bedakan adalah manajemen pilih kasih dalam membayar gaji. Menurutnya, ada beberapa pemain yang sudah dibayar setengah kali gaji pada November kemarin."Ada yang belum dibayar sama sekali. Dua bulan, seperti saya," ungkapnya.

Dia berharap ada itikad baik dari manajemen. Sebab, pemain sudah sangat bersabar.

"Ini hak kami sebagai pemain profesional. Ada keluarga yang harus dihidupi, saya harap manajemen mau tanggung jawab," terangnya.

General Manager APPI Ponaryo Astaman membenarkan kalau Kalteng Putra belum memenuhi hak dari pemainnya. Beberapa pemain sudah melapor ke APPI beberapa hari terakhir.

"Tahapannya sekarang proses, masih mengumpulkan bukti-bukti," tutur Ponaryo.

Nantinya, ketika bukti-bukti sudah lengkap, pihaknya bakal melakukan komunikasi kepada Kalteng Putra. Lalu, bakal ada klarifikasi alias deadline yang diberikan agar Kalteng Putra bisa melunasi tunggakan gaji pemain."Kalau tidak selesai, nanti akan kami bawa ke NDRC (Badan Penyelesaian Sengketa Nasional)," tuntasnya.(rid/bas/jpg)

Laporan JPG, Kalteng

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

6 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

6 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

7 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

7 jam ago

Buntut Video Viral Diduga LGBT, Satpol PP Pekanbaru Panggil Pengelola Kafe Laksamana Muda

Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…

7 jam ago

Tampil di Forum CAFEO ke-44 Bandung, Plt Gubri SF Hariyanto Raih Pengakuan ASEAN Engineer

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…

8 jam ago