Categories: Olahraga

Hendra/Ahsan Takluk oleh Pasangan Marcus/Kevin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali harus mengakui keunggulan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pada final Japan Open 2019, Minggu (28/7/2019), Ahsan/Hendra kalah dari Marcus/Kevin dengan skor 21-18, 23-21 dalam waktu 38 menit.

Dengan hasil ini, secara head-to-head, Marcus/Kevin semakin dominan atas juara dunia 2013 dan 2015 tersebut. Dalam 10 pertandingan, Marcus/Kevin menang 8 kali, dengan 7 kali kemenangan diraih secara beruntun!

Pada tahun ini saja, sudah tiga kali Hendra/Ahsan takluk dari juniornya pada partai final. Meski begitu, Hendra mengaku tak masalah. ''Kalah lagi dari Marcus/Kevin ya nggak apa-apa. Kami akan tetap cari solusi bagaimana bisa mengalahkan mereka. Mereka unggul dari segi kecepatan,'' kata Hendra.

''Yang pasti bagus bisa All Indonesian Final lagi di ganda putra. Memang saat ini Marcus/Kevin nomor satu dan bisa All Indonesian Final dua kali berturut-turut seperti ini kan jarang juga. Mudah-mudahan bisa mendongkrak motivasi yang lain,'' sambungnya.

Ahsan menambahkan bahwa dia akan tetap mensyukuri keberhasilan mencapai final Japan Open 2019. Walaupun hari ini dia bertekad mengalahkan Marcus/Kevin, namun pemain 31 tahun itu cukup bahagia karena permainannya bersama Hendra semakin stabil.

''Sebenarnya tadi kami punya peluang. Rubber dulu. Main kami enak, bisa mengimbangi permainan lawan. Kami juga sudah memimpin poin 20 duluan. Tapi di akhir, mereka lebih inisiatif,'' ucap Ahsan.

Untuk diketahui, Indonesia memastikan satu gelar di Japan Open 2019. Mengirimkan tiga sektor dan empat wakil ke final, cuma ganda putra yang mengangkat trofi juara. Sebelumnya, Jonatan Christie kalah melawan pemain nomor satu dunia Kento Momota dengan skor 16-21, 13-21.

Sedangkan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti diempaskan unggulan kedua asal Cina Wang Yilu/Huang Dongping dengan skor 17-21 dan 16-21. Dengan menjuarai Japan Open Marcus/Kevin mengikuti jejak pasangan legendaris Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang menjadi kampiun di Tokyo pada 1995, 1996, dan 1997.(jpc)

Sumber: Pojoksatu.id
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

12 jam ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

12 jam ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

13 jam ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

14 jam ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

14 jam ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

14 jam ago