Categories: Olahraga

Bruce Menanti Setengah Windu

LONDON (RIAUPOS.CO) – Kemenangan Newcastle United atas Tottenham kemarin (26/8) di Tottenham Hotspur Stadium membuktikan satu hal. Pelatih mereka, Steve Bruce, masih bisa kompetitif di level teratas sepakbola Inggris. 

Masuknya Bruce menggantikan Rafael Benitez pada musim panas ini disertai tanda tanya besar. Sejak jadi bagian Hull City terdegradasi pada musim 2014-2015 lalu, rekam jejak karirnya dihabiskan di level kedua kompetisi Inggris atau Championship. 

Periode 2015-2016, Bruce bersama The Tigers. Lalu 2016-2017 dan awal 2017-2018 bersama Aston Villa. Lalu paro kedua 2018-2019, pelatih berusia 58 tahun mengarsiteki Sheffield Wednesday. 

“Kami berusaha menenangkan badai apalagi setelah dua lagatim ini mendapat hantaman kritik bertubi-tubi. Saya harap kemenangan ini memberikan kami sedikit kesempatan bernafas,” kata Bruce kepada BBC. 

Satu-satunya gol kemenangan Newcastle di markas Spurs dikontribusikan pemain termahal mereka sepanjang sejarah, Joelinton. Eks penyerang 1899 Hoffenheim membobol gawang Hugo Lloris pada menit ke-27. 

“Mungkin ini hanya dianggap kemenangan perdana tim kami. Namun faktanya kami menunjukkan permainan yang baik pada pertandingan ini,” tambah mantan pelatih Birmingham City selama enam tahun itu. 

Dalam statistik yang dibeberkan Whoscored, kerapatan lini belakang Newcastle membuat Spurs frustrasi. Dari 17 tembakan yang dicatatkan Harry Kane dkk hanya dua yang statusnya on target. Sementara Newcastle memiliki akurasi lebih bagus meski upaya tembakan ke gawang Spurs cuma separo (delapan tembaka) yakni tiga on target.

Nah, statistik menarik lainnya dari kemenangan Newcastle dan Bruce atau Spurs kemarin adalah Bruce butuh proses panjang menang lagi di Premier League. Sebab terakhir Bruce membawa timnya mencetak tiga poin terjadi musim 2014-2015. Yakni ketika Hull menang 1-0 atas Liverpool (28/4/2015). Atau empat tahun yang lalu. 

“Satu-satunya membungkam kritik cuma dengan jalan seperti ini (menang, red.). Maksud saya, untuk seorang manajer yang tak boleh melakukan ‘pemanasan’ meski sudah 900 laga dijalani adalah pikiran yang gila,” ucap Bruce kepada Sky Sports.(dra/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

18 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

21 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

22 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

22 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

2 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

2 hari ago