MANCHESTER (RIAUPOS.CO) – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, turut angkat bicara soal pelanggaran keras yang dilakukan bek Manchester United (MU), Harry Maguire, kepada Cesar Azpilicueta. Ia mengaku heran dengan keputusan wasit yang tak memberi hadiah penalti kepada Chelsea atas pelanggaran Maguire.
Chelsea dinilai layak mendapat satu hadiah penalti dari wasit saat berhadapan dengan MU di pekan keenam Liga Inggris 2020-2021. Hadiah itu tepatnya didapat usai Azpilicueta mendapat pelanggaran keras dari Maguire.
Tepatnya di menit ke-40, kedua kapten masing-masing tim itu terlibat momen duel udara di kotak penalti MU. Maguire yang berada di belakang Azpilicueta pun terlihat jelas memiting leher bek asal Spanyol itu dengan kedua tangannya.
Pelanggaran ini pun dinilai banyak pihak harus berujung pada hadiah penalti untuk Chelsea. Tetapi, wasit tak memberi hukuman kepada MU sekalipun sudah menyaksikan tayangan ulang di Video Assistant Referee (VAR).
Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh Lampard. Sebab, jika mendapat hadiah penalti, bukan tak mungkin bagi The Blues mengakhiri pertandingan tersebut dengan kemenangan. Sayangnya, harapan tersebut tak terwujud. Pertemuan Chelsea dengan MU harus berakhir dengan hasil imbang. Laga diselesaikan dengan skor kacamata alias 0-0.
"Itu (pelanggaran Maguire kepada Azpilicueta, red) penalti yang jelas. Saya tidak melihatnya dari tempat saya berdiri saat itu dan saya tahu ini panggilan yang sulit bagi wasit di lapangan, tetapi itulah mengapa kami ada VAR ke dalam permainan," ujar Lampard, sebagaimana dikutip dari Goal, Ahad (25/10/2020).
"VAR sangat cepat menepisnya menurut saya. Perlu waktu, wasit harus mengawasi monitor. Jika dia melihat monitor, dia seharusnya memberi penalti. Sangat membingungkan menurut saya. Haruskah wasit berkonsultasi dengan monitor lebih sering? Saya tidak yakin,” lanjutnya.
"Itu adalah keputusan yang mudah, bukan keputusan yang sulit untuk diberikan oleh VAR, tetapi wasit di lapangan harus membuat keputusan utama. Minta dia untuk meninjaunya dan jika itu terjadi, itu akan menjadi penalti,” tukas Lampard.
Sumber: Mirror/Goal/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun
Imigrasi Bengkalis menutup layanan administrasi 18–24 April 2026. Masyarakat diminta mengurus paspor sebelum 17 Maret
Pos Pelayanan Mudik Polres Bengkalis di Simpang Pokok Jengkol, Duri, ramai dikunjungi warga dan menjadi…
Disnakertrans Riau menerima 20 pengaduan THR dari pekerja. Sebanyak 17 laporan masih dalam proses penanganan.
Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pemerintah daerah tetap hadir di tengah masyarakat meski menghadapi tekanan…
Plh Bupati Rohul Syafaruddin Poti mengimbau masyarakat segera menunaikan zakat melalui Baznas Rohul agar dapat…
Sekolah tingkat SD dan SMP di Pekanbaru libur mulai 16 Maret dan kembali masuk pada…