PEGANG KEPALA: Luis Suarez memegang kepala seakan menyadari kesalahannya.
RIO DE JANEIRO (RIAUPOS.CO) — Haa… ada-ada saja sikap striker Uruguay ini. Luis Suarez jadi sorotan lantaran meminta hadiah penalti kepada wasit usai bola sepakannya mengenai kiper Cili, Gabriel Arias.
Mamen lucu itu terjadi dalam pertandingan terakhir Grup C Copa America 2019 antara Uruguay versus Cili di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Selasa (25/6) pagi WIB. Sekitar menit ke-22, striker Barcelona itu membuat gestur meminta penalti setelah tendangannya kena blok tangan kiper.
Namun sesaat kemudian, Suarez seperti menyadari kebodohannya dan memegang kepalanya dengan kesan frustrasi.
Masih cerita soal Suarez. Mantan pemain Liverpool itu membuat gestur meminta wasit memberi kartu kepada pemain Cili yang menekel seorang penonton yang masuk ke lapangan. Suarez sepertinya tak menerima kelakuan pemain tersebut.
Laga itu terhenti sejenak ketika ada pitch invader atau penonton yang menerobos masuk ke lapangan. Uniknya, penerobos itu mengenakan topeng ayam sambil membawa tas, lalu merebut bola dari pemain.
Aksinya tak lama karena petugas langsung mengejarnya. Topeng ayamnya pun dibuka, mungkin agar mudah melarikan diri dari kepungan petugas.
Sial baginya. Si penerobos malah berlari ke arah kerumunan pemain. Melihat penerobos berlari, bek Cili Gonzalo Jara langsung berinisiatif menekelnya. Brukk…si penyusup terjatuh dan langsung diamankan petugas. Si penerobos digotong empat orang keluar lapangan dan disoraki penonton.(jpg)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.