novak-djokovic-positif-corona-nasib-as-terbuka-menggantung
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sepekan lalu (17/6), Direktur Turnamen Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka, Stacey Allaster dengan yakin mengumumkan turnamen mayor tersebut bakal berjalan sesuai jadwal pada 31 Agustus–13 September. Namun, setelah Novak Djokovic terpapar Covid-19 di Adria Tour (21/6) lalu, haruskah AS Terbuka tetap diadakan?
Masih banyak pertanyaan yang mengganjal dari penjelasan panitia AS Terbuka pada konferensi pers virtual yang diadakan pekan lalu tersebut.
Saat itu Allaster menyebut pihaknya akan mengisolasi para peserta dan rombongan di dua hotel selama acara berlangsung. Belakangan, aturan itu diperlonggar dengan memperbolehkan petenis menyewa rumah sendiri.
Selain itu, disebutkan bakal ada tes kesehatan secara periodik untuk seluruh petenis, ofisial, maupun panitia. Penonton juga tidak akan diperbolehkan menyaksikan langsung pertandingan di area USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York.
Namun, panitia AS Terbuka seperti masih kebingungan saat ditanya lebih lanjut terkait apakah panitia bisa memastikan seluruh rombongan AS Terbuka yang diperkirakan berjumlah lebih dari 600 orang itu akan mematuhi aturan-aturan tersebut.
Apalagi, jika digabung dengan Cincinnati Masters yang musim ini bakal berlangsung di lokasi yang sama dengan AS Terbuka, rombongan harus bertahan di New York selama empat pekan.
"Kami akan membuat aturan dan langkah-langkah yang harus dipatuhi untuk seluruh peserta dan rombongan," jawab Allaster singkat saat merespons pertanyaan wartawan terkait masalah tersebut seperti dilansir The National.
Di lain sisi, dr Brian Hainline, penasihat Kesehatan Federasi Tenis AS, memastikan bahwa pihaknya siap menyokong gelaran tersebut dengan protokol kesehatan Covid-19 yang sebaik-baiknya. Dia menjamin tidak akan ada rekayasa untuk hasil tes medis.
"Kami sadar, tes dan protokol yang kami buat tidak serta-merta membuat orang terhindar dari Covid-19. Tapi, paling tidak protokol-protokol kesehatan yang kami susun ini bisa mengurangi dan meminimalkan persebaran pandemi," ucap Hainline.
Penyelenggara AS Terbuka harus berjuang keras meyakinkan para peserta. Namun, kasus Adria Tour yang membuat Djokovic, Grigor Dimitrov, Borna Coric, maupun Viktor Troicki, terpapar Covid-19, jelas membuat para petenis kini ragu datang ke New York.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Seorang pelajar SMP tewas tenggelam saat mandi di Danau Raja Rengat, Inhu. Korban diduga kelelahan…
Polisi Dumai menggagalkan pengiriman 26 calon PMI ilegal ke Malaysia. Para korban diminta membayar hingga…
Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…
Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…
Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…
Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…