Categories: Olahraga

F1 Kucurkan Talangan bagi Lima Tim Peserta

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Formula 1 akhirnya mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan neraca finansial tim-tim peserta yang terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Liberty Media sebagai pemegang hak komersial balapan jet darat tersebut kemarin mengumumkan telah mengucurkan bantuan dana talangan kepada lima tim papan bawah agar mereka bisa survive di masa sulit dan siap berkompetisi ketika musim balap dimulai nanti.

Memang tidak disebutkan secara detail siapa saja penerima dana talangan tersebut. Namun, jika menilik kabar terakhir, mereka adalah Williams, Haas, Renault, McLaren, dan Racing Point.

Lima tim itu telah mengajukan skema bantuan kepada pemerintah Inggris karena sudah merumahkan sebagian karyawan. Pemerintah Inggris sendiri mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi hingga Rp51 juta per bulan.

CEO Liberty Media Greg Maffei mengatakan, pihaknya menggunakan dana cadangan F1 untuk membantu tim peserta. Menurut dia, terpenuhinya grid balapan ikut menentukan kelangsungan F1 di masa depan.

"Tim peserta adalah bagian yang kami butuhkan untuk sukses menggelar balapan pada 2020, 2021, dan musim-musim berikutnya," urai Maffei.

Dalam skema pembagian keuntungan hak siar F1, ada lima tim yang mendapat jaminan pendapatan setiap tahun. Yakni, Ferrari, Mercedes, Red Bull, McLaren dan Williams.

Sebab, mereka adalah tim yang punya keterkaitan sejarah dan kontribusi besar dalam keberlangsungan F1 sampai sekarang. Tetapi, jumlahnya memang bervariasi, bergantung posisi mereka di klasemen konstruktor di akhir musim.

Maffei menjelaskan, saat ini F1 menyiapkan sejumlah skenario untuk musim 2020. Termasuk jika musim ini batal digelar dan gagal menggelar balapan sekalipun.

"Kami memiliki beberapa skenario untuk musim ini. Mulai yang terburuk, tanpa satu pun balapan, sampai kemungkinan menggelar 15-18 balapan. Saat ini kami sedang menyiapkan balapan di Eropa Barat tanpa penonton," ujarnya.

Situasinya bergantung dukungan pemerintah tempat balapan akan digelar. F1 juga sedang menata lagi jadwal dan balapan potensial yang bisa digelar dalam waktu dekat. Sepanjang Juni-September 2020, ada enam jadwal balapan di kawasan Eropa.

Yang terdekat adalah GP Prancis di Sirkuit Paul Ricard pada 28 Juni mendatang. Namun, mungkin bakal batal lagi karena pemerintah Prancis memperpanjang larangan menggelar iven umum hingga akhir Juni.

Yang paling memungkinkan adalah GP Austria 5 Juli, kala pemerintah setempat sudah memberikan lampu hijau. "Memang belum ada jaminan, tetapi itu patut dicoba," ucap Maffei.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Satu Pengendara Motor Meninggal di TKP

Kecelakaan maut di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, pemotor tewas diduga melawan arus usai tabrakan dengan…

5 jam ago

HSBL 2026 Resmi Dimulai, Rengat Jadi Pembuka Ajang Basket Pelajar

HSBL 2026 resmi dimulai di Rengat. Tujuh tim pelajar siap bertanding dalam ajang basket terbesar…

5 jam ago

Cuaca Madinah Tembus 43°C, JCH Riau Alami Gangguan Kesehatan Ringan

Cuaca ekstrem di Madinah capai 43°C, sejumlah jemaah haji Riau alami gangguan ringan. Gelombang I…

5 jam ago

Satpol PP Pekanbaru Tertibkan PKL di Jalan Protokol, Lapak Diangkut

Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…

8 jam ago

BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…

8 jam ago

Minim Marka Jalan, Keselamatan Pengendara di Kuansing Jadi Sorotan

Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…

8 jam ago