payet-melawan-saat-dilempar-botol-nice-vs-marseille-rusuh
PARIS (RIAUPOS.CO) – Sosok Dimitri Payet jadi pemicu kerusuhan pada laga Nice vs Marseille di Ligue 1. Payet jadi sorotan dalam kerusuhan tersebut. Hal itu tak lepas dari keberanian Payet memberikan perlawanan pada suporter Nice.
Momen bermula saat Payet mendapat lemparan botol ketika ingin mengambil sepak pojok. Setelah tersungkur di lapangan, Payet bangkit dan balas melempar botol ke tribune suporter Nice.
Payet dua kali melakukan lemparan dan hal itu memicu kemarahan suporter Nice yang merangsek masuk ke lapangan.
Payet tidak gentar melakukan konfrontasi dengan sejumlah suporter Nice sebelum akhirnya petugas keamanan menggiring Payet dan pemain-pemain Marseille lainnya ke tengah lapangan. Suporter Nice sendiri makin banyak yang menyerbu lapangan dan kerusuhan menjadi tak terhindarkan.
Dalam sejumlah video yang beredar di Twitter, salah seorang yang diklaim tim pelatih Marseille itu memukul suporter Nice yang berdiri di pinggir lapangan.
Melihat kerusuhan yang terjadi di lapangan, wasit Benoit Bastien memilih menghentikan pertandingan. Pemain dari kedua tim masuk ke ruang ganti.
Pertandingan Nice vs Marseille dihentikan pada menit ke-77. Saat itu tuan rumah Nice unggul 1-0 lewat gol Kasper Dolberg pada menit ke-49 berkat assist Jordan Lotomba.
Payet adalah salah satu nama senior di Ligue 1. Kariernya sebagian besar dihabiskan di Ligue 1 bersama Nantes, Saint-Etienne, Lille, hingga Marseille.
Payet pertama kali bergabung ke Marseille pada 2013 dan bermain selama dua musim sebelum memutuskan pindah ke West Ham.
Di West Ham, Payet bermain apik dan jadi idola suporter The Hammers. Nama Payet terpilih sebagai bagian dari Tim Terbaik Musim 2015/2016. Namun pada akhirnya di pertengahan musim 2016/2017, Payet memutuskan kembali ke Marseille dan bertahan di klub tersebut hingga saat ini.
Performa apik Payet juga membuatnya dipanggil Timnas Prancis. Euro 2016 adalah turnamen saat Payet melakoni performa terbaik bersama Les Bleus.
Payet terpilih masuk 11 pemain terbaik di Euro 2016 namun sayangnya Prancis harus puas jadi runner up di akhir turnamen lantaran kalah dari Portugal di babak final.
Sumber: AFP/News/Daily Mail
Editor: Hary B Koriun
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…