Categories: Olahraga

Wajib Benahi Sektor Depan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Belum dua pekan berlalu setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo terkena kekalahan dobel oleh Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Tepatnya di BWF World Tour Finals 2019, 11-15 Oktober lalu. Namun, pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi optimistis sudah menemukan solusinya.

Pelatih Naga Api, julukan Herry IP mengatakan, sebenarnya performa Kevin/Marcus sudah sangat baik tahun ini. Hanya Endo/Watanabe yang menjadi batu sandungan. Sudah lima kali mereka mengalahkan Minions – sebutan Marcus/Kevin – sepanjang 2019.

"Kalahnya memang cuma sama Endo/Watanabe aja sih. Menurut saya karena ekspektasi masyarakat Indonesia terlalu tinggi sama mereka. Tidak boleh kalah," kata Herry. "Tapi namanya pertandingan memang ada menang dan kalah," lanjut pelatih berusia 57 tahun itu.

Di sisi lain, pasangan Indonesia yang lain, M Ahsan/Hendra Setiawan selalu menang atas Endo/Watanabe tahun ini. Dalam tiga pertandingan terakhir, pasangan senior berjuluk The Daddies itu bahkan menang straight game. Herry menuturkan, sebenarnya dia sudah punya strategi untuk bisa mengalahkan Endo/Watanabe. Hal itu bisa diterapkan dengan baik oleh The Daddies. Minions belum.

Kata Herry, kuncinya ada di sektor depan. Ahsan dan Hendra bisa dominan atas pasangan nomor enam dunia tersebut karena sama-sama lihai bermain di depan. Sementara di antara duet Minions, hanya Kevin yang permainan depannya excellent.

"Maksudnya (permainana depan Kevin) lebih unggul, bisa dapat poin. Kalau (Marcus) Gideon bisa di depan, kadang-kadang. Tapi kurang konsisten. Bukan tidak bisa sama sekali ya," ungkap Herry. "’Kalau rotasi itu berjalan, saya rasa hal itu bisa untuk mengatasi Endo/Watanabe. Itu segi teknis yang saya bilang," jelasnya.

Minions dan Endo/Watanabe sebenarnya punya tipe permainan yang sama. Mengandalkan kecepatan dan drive mendatar. Namun, Minions sering kecolongan oleh aksi di depan net. Beberapa kali penempatan bola pasangan Jepang tersebut membuat daerah pertahanan Minions terbuka. Saat itulah Watanabe menyerang.

Untuk itu, Herry berharap anak asuhnya bisa lebih siap lagi. Tidak hanya untuk menghadapi Endo/Watanabe saja. Tapi waspada terhadap semua lawan. Apalagi Olimpiade Tokyo 2020 makin dekat. "Me­nurut saya Gideon di depan harus ditingkatkan." katanya.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

56 ASN Rohul Berangkat Haji, Bupati Ingatkan Fisik dan Etika

Bupati Rohul melepas 56 JCH Korpri menuju Tanah Suci. Jemaah diingatkan menjaga kesehatan, sikap, dan…

19 jam ago

Pickup Bertanki Modifikasi Dipakai Timbun Solar, Dua Pelaku Dibekuk

Polres Siak menangkap dua pelaku penyalahgunaan biosolar subsidi dengan modus mobil tangki modifikasi dan barcode…

1 hari ago

252 Kuota Diperebutkan, SKO Riau Saring Atlet Muda Lewat Tes Ketat

Sebanyak 422 calon siswa berebut 252 kursi di SKO Riau. Seleksi ketat digelar untuk menjaring…

1 hari ago

Tanpa Dokumen Resmi, Puluhan Ton Bawang dan Cabai Dimusnahkan di Tembilahan

Sebanyak 48,39 ton komoditas pangan ilegal dimusnahkan di Inhil. Barang tanpa dokumen ini dinilai berbahaya…

1 hari ago

Bandel Jualan di Trotoar, PKL HR Soebrantas Jadi Target Utama Penertiban

Pemko Pekanbaru prioritaskan penertiban PKL di Jalan HR Soebrantas dengan pendekatan humanis demi menjaga ketertiban…

1 hari ago

PCX Ngasab Seru di Pekanbaru, Bikers Diajak Jajal Fitur Canggih Honda PCX 160 Roadsync

Honda PCX Ngasab di Pekanbaru hadirkan pengalaman touring seru sambil memperkenalkan fitur canggih Roadsync kepada…

1 hari ago