Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses lolos ke semifinal China Open 2019. (PP PBSI )
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses meraih tiket semifinal China Open 2019. Pada turnamen bertitel BWF World Tour Super 1000 tersebut, mereka mengalahkan unggulan keempat asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 23-21, 22-20.
Pertarungan kedua pasangan ini berlangsung sengit sejak pertama. Bahkan kedua game harus diakhiri dengan deuce yang menegangkan. Namun kali ini Fajar/Rian berhasil tampil lebih tenang pada poin-poin akhir.
"Alhamdulilah kami bersyukur menang, kami belajar dari pertemuan sebelumnya. Kami kalah di bola-bola drive, banyak ngambang dan tertekan lawan. Hari ini kami lebih siap," kata Rian dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.
"Mereka adalah pemain yang ulet, setiap melawan mereka memang nggak gampang. Di pertemuan sebelumnya kan kami kalah power, jadi kewalahan di bola drive. Jadi kami sudah antisipasi itu," imbuh Fajar.
Dengan kemenangan itu, Indonesia memastikan satu tiket final ganda putra. Itu setelah ganda nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengalahkan ganda Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong. Kevin/Marcus menang relatif mudah 21-15 dan 21-17 hanya dalam tempo 34 menit.
Pada semifinal di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, tersebut, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan Fajar/Rian.
"Sebetulnya kami mau lawan siapa pun di semifinal besok pasti tidak akan mudah. Melawan Kevin/Marcus, setidaknya akan ada satu wakil ganda putra Indonesia di final," ujar Fajar.
Indonesia sendiri menempatkan tiga wakil di semifinal pada sektor ganda putra. Selain Minions dan Fajri, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga melaju. Mereka mengalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-12 hanya dalam waktu 29 menit saja.
"Hari ini lawan tidak tampil seperti biasanya, kan mereka pertahanannya kuat dan pemain yang ulet. Baru kali ini kami menang cukup mudah, biasanya susah sekali menghadapi mereka. Mungkin karena lapangannya berangin, jadi mereka tidak bisa mengatasi situasi itu," ucap Hendra.
Sumber : Jawapos.co
Editor : Rinaldi
Pacu Jalur Kuansing 2026 ditargetkan mendunia dengan melibatkan anak daerah penguasaan bahasa asing dan promosi…
Kecelakaan truk dan SUV di Kelok 17 menewaskan satu warga Pekanbaru. Tiga korban selamat setelah…
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…