JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Berhentinya turnamen bulu tangkis internasional selama 7 bulan ke belakang memengaruhi performa pebulu tangkis Spanyol Carolina Marin. Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu mengaku kedodoran beraksi di lapangan lantaran sudah lama tidak berkompetisi.
Hal ini diungkapkan Marin usai melakoni laga panjang melawan pebulu tangkis Amerika Serikat Beiwen Zhang di partai perempat final Denmark Terbuka 2020. Marin harus bekerja keras untuk meraih kemenangan dalam tiga gim dengan skor 17-21, 21-17, dan 21-14.
Dilansir laman resmi BWF, Marin mengakui performanya tidak memuaskan di hari itu. "Aku tidak bermain dengan baik. Pergerakanku buruk, dan aku betul-betul harus berkutat untuk memenangkan laga ini. Mungkin ini karena aku sudah terlalu lama tidak berkompetisi (akibat pandemi Covid-19)," ujar Marin, Sabtu (17/10).
Marin akan bersua dengan pebulu tangkis Jerman Yvone Li di partai semifinal petang hari nanti. Jika berhasil melewati babak dua besar hari ini, Marin akan melaju ke babak final dan akan bersua dengan pemenang antara pemain unggulan Jepang Nozomi Okuhara dan jagoan Kanada Michelle Li.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.