PARIS (RIAUPOS.CO) – Neymar Jr harus jadi penonton lebih lama saat klubnya, Paris Saint-Germain (PSG) bertanding. Striker timnas Brazil itu dijatuhi skorsing dua pertandingan. Hukuman itu diterimanya setelah cekcok dengan pemain Olympique Marseille di pekan ketiga Ligue 1, Senin (14/9/2020) lalu.
Laga diwarnai keributan antarpemain pada masa injury time babak kedua. Neymar bahkan sampai memukul (meskipun sebenarnya hanya mirip colekan) bagian belakang kepala Alvaro Gonzales karena kesal dengan umpatan sang lawan.
Mantan pemain Barcelona itu kemudian mendapat hukuman kartu merah. Hal sama diterima Leandro Paredes, Layvin Kurzawa, dan dua pemain lawan, Dario Benedetto, dan Jordan Amavi.
Tak cuma Neymar, skorsing juga didapat Paredes serta Kurzawa. Paredes dihukum sama dengan Neymar setelah adu fisik dengan Benedetto. Kurzawa yang paling tinggi hukumannya. Dia dilarang tampil enam pertandingan setelah menendang kaki Amavi.
“Komisi disiplin telah memberikan keputusannya terkait insiden pada akhir laga PSG melawan Marseille. Layvin Kurzawa menerima skorsing enam pertandingan, sementara Neymar Jr dan Leandro Paredes dilarang tampil di dua laga,” bunyi keterangan di laman resmi PSG, Kamis (17/6/2020) seperti dilansir Sky Sports.
Di kubu Marseille, Benedetto diskorsing satu pertandingan. Sementara Amavi tak boleh tampil dalam tiga laga ke depan. Bagi Amavi, rasanya tidak adil karena dia yang menjadi korban tendangan Kurzawa.
Tak cuma itu, Ligue 1 juga mendalami ulah Angel Di Maria. Pemain PSG asal Argentina tersebut kabarnya meludahi Gonzales sehingga terancam hukuman berat. Hingga hukuman teman-temannya diumumkan, pihak Komisi Disiplin Liga Prancis masih terus melakukan investigasi.
Sumber: Sky Sports/Bola/Soccerway
Editor: Hary B Koriun
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…