Striker Inter Milan Romelu Lukaku dipeluk Antonio Candreva sesaat setelah menjebol gawang Cagliari. (INTER.IT)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Romelu Lukaku baru memulai debutnya di galaksi sepak bola Italia pada awal musim ini. Dia juga baru melewati tiga pertandingan di Serie A bersama Inter Milan. Namun, kahadirannya, beririsan dengan sejumlah insiden berbau rasialis.
Saat Inter bertandang ke Sardegna Arena (2/9), Lukaku mendapatkan perlakukan rasis dari pendukung tuan rumah Cagliari. Bentuknya berupa teriakan-teriakan menirukan suara monyet.
Kemarin, Lukaku juga menjadi korban rasisme. Seorang komentator sepak bola bernama Luciano Passirani yang bekerja untuk program TopCalcio24, mengatakan kata-kata rasis ketika mengomentari aksi Lukaku.
"Jika Anda berhadapan satu-lawan-satu melawan dia, maka dia akan membunuh Anda," ucap Passirani.
"Satu-satunya cara untuk mengunggulinya mungkin adalah berikan saja makanan berupa 10 pisang kepadanya," tambahnya.
Menanggapi ucapan Passirani tersebut, Direktur Program TopCalcio24 Fabio Ravezzani langsung mengucapkan permintaan maaf setinggi-tingginya.
"Dan dia (Passirani) tidak akan berpartisipasi dalam siaran-siaran kami," tegas Ravezzani sebagaimana dilansir BBC.
"Mr Passirani berusia 80 tahun. Dia bermaksud memuji Lukaku dengan metafora. Namun akhirnya, pujian itu jatuh pada rasisme. Itu adalah metafor yang buruk, mungkin dia tidak bermaksud melecehkan. Namun, saya tidak bisa mentoleransi kesalahan jenis apapun. Walaupun itu sebuah kecerobohan tak disengaja," imbuhnya.
TopCalcio24 adalah program televisi berita yang berfokus membahas pertandingan-pertandingan Serie A. Kanal ini biasanya banyak menghadirkan berita-berita empat tim besar yakni Juventus, Milan, Inter, dan Napoli.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…