Categories: Olahraga

Dari Messi, Ronaldo, hingga Neymar Pun Kena Pemotongan Gaji

PARIS (RIAUPOS.CO) – Pandemi Covid-19 yang berakibat mandeknya kompetisi memaksa para pesepak bola dunia berhadapan dengan kebijakan pemotongan gaji. Superstar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sudah mengalaminya.

Messi sebagai pesepak bola dengan gaji tertinggi di dunia saat ini, EUR 8,3 juta atau setara Rp143,5 miliar per bulan, dipotong gajinya hingga 70 persen oleh klubnya, FC Barcelona. Cristiano Ronaldo sebagai pemilik gaji tertinggi dunia setelah Messi malah merelakan bayaran EUR 4,5 juta (Rp77,8 miliar) per bulannya dari Juventus tidak dibayar sejak bulan lalu sampai Juni nanti.

Kini, kebijakan potong gaji juga mendatangi Neymar Jr. Striker Paris Saint-Germain (PSG) itu merupakan pemilik gaji tertinggi ketiga di dunia. Dilansir ESPN kemarin (12/4), PSG berencana memangkas gaji pemainnya maksimal hingga 50 persen.

Hanya, seiring masih di negerinya, Brasil, Neymar tidak terlibat dalam pertemuan antara manajemen PSG dengan perwakilan pemain terkait pemotongan gaji tersebut. Laporan But! Football Club menyebut, dua kompatriot Neymar, bek tengah Thiago Silva dan bek tengah/gelandang bertahan Marquinhos, dipercaya menjadi perwakilan pemain dalam negosiasi yang sudah berlangsung selama dua hari terakhir. Kebetulan, Silva dan Marquinhos merupakan kapten dan wakil kapten Les Parisiens.

”Mereka (Silva dan Marquinhos) masih membahasnya dengan manajemen. Apa pun yang bisa kami lakukan untuk membantu klub maupun untuk kota ini (Paris) akan kami usahakan,’’ kata winger PSG Pablo Sarabia kepada AFP.

Laporan AFP menyebut, negosiasi belum menemukan kesepakatan karena ada permintaan dari pemain agar pemotongannya tidak lebih dari 30 persen. Di sisi lain, dalam sebuah kolom L’Equipe, seorang pejabat negara di Paris yang tak disebutkan namanya malah menyerukan agar para pemain PSG meniru para pemain Juventus yang rela gajinya selama empat bulan (Maret sampai Juni) tidak dibayarkan.

Sejatinya, besaran potongan maksimal 50 persen yang diterapkan PSG sudah selaras dengan hasil kesepakatan antara UNFP atau Persatuan Pesepak Bola Profesional Prancis dan Kementerian Keuangan Prancis. Yakni, potongan 50 persen berlaku bagi pesepak bola dengan gaji lebih dari EUR 100 ribu (Rp 1,72 miliar) per pekan.

Nah, di skuad PSG saat ini, ada 11 pemain yang per pekannya menerima bayaran di atas Rp 1,72 miliar. Neymar yang paling tinggi dengan bayaran EUR 3 juta (Rp 51,8 miliar) per bulan. Jadi, per pekannya, pemain 28 tahun itu menerima Rp 12,95 miliar. ”Neymar semestinya tidak keberatan (dengan pemotongan gaji 50 persen, Red) karena di sini (Brasil) pun dia tetap berdonasi,” tulis Sambafoot sembari menunjukkan momen saat Neymar menyumbang 5 juta real Brasil (Rp 15,5 miliar) ke Unicef di Brasil pekan lalu (4/4).

Selain Neymar, sepuluh pemain PSG lain yang kena cut separo gaji adalah adalah Silva, Marquinhos, Sarabia, striker Edinson Cavani dan Kylian Mbappe, winger Angel Di Maria, hingga gelandang Marco Veratti. Juga bek tengah Presnel Kimpembe, gelandang serang Julian Draxler, dan bek kiri Layvin Kurzawa.

Bagi PSG, pemotongan gaji pemain bisa membantu keuangan klub yang merugi karena pandemi Covid-19. Menurut koran Paris Le Parisien, juara lima kali Ligue 1 dalam enam musim terakhir itu merugi EUR 300 juta (Rp 5,18 triliun) selama periode Februari–Maret.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Deslina

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Satgas Kabel FO Dibentuk, DPRD Pekanbaru Tunggu Aksi Nyata

Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…

35 menit ago

Ribuan Peserta PBI JKN di Meranti Dinonaktifkan Usai Pemutakhiran Data

Pemutakhiran data nasional membuat 6.125 peserta PBI JKN di Kepulauan Meranti dinonaktifkan. Warga masih bisa…

1 jam ago

Optimalkan PAD, Pemprov Riau Kaji Kenaikan Nilai Pajak Air Permukaan

Pemprov Riau menyiapkan revisi Pergub pajak air permukaan dengan tiga opsi nilai air guna meningkatkan…

1 jam ago

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

19 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

19 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

22 jam ago